― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaOlahragaPSG Pati Seleksi Pemain Daerah

PSG Pati Seleksi Pemain Daerah

Pelatih PSG Pati, Ibnu Grahan

Pati, Wirafokus.com- Mengisi waktu luang kompetisi Liga 2 yang hingga kini belum jelas jadwal kelanjutannya, Putra Safin Group (PSG) Pati akan merekrut pemain daerah. Untuk itu, tim berjuluk Laskar Kembang Joyo ini akan melakukan seleksi pemain, 20-22 Januari 2021 mendatang.

“Kami akan melihat potensi pemain daerah yang ada di Pati. Kalau memang ada yang layak, maka akan kami rekrut untuk bergabung dengan PSG Pati,” kata pelatih kepala PSG Pati, Ibnu Grahan, Senin (4/1/2020).

Termasuk diantaranya merekrut dari Persipa Pati, jika memang berminat begabung dengan PSG Pati. “Ini sesuai obsesi dari manajemen yang ingin merekrut pemain putra daerah untuk bergabung dengan PSG Pati dan bersama-sama mengharumkan nama daerah melalui sepakbola,” terang Ibnu Grahan

Dalam seleksi nanti, menurut Ibnu, rencananya juga akan ada beberapa pemain asal Papua yang ikut. Namun siapa saja nama-namanya ia belum tahu.

Dia juga mengaku belum mengetahui, berapa pemain yang akan direkrut dan posisi apa yang dibutuhkan.

“Saya akan lihat dulu materi pemain PSG Pati yang sudah ada, berapa yang dipertahankan dan berapa yang perlu dilepas,” ujar mantan kapten tim Persebaya era 1990-an itu.

Yang jelas, lanjut Ibnu, untuk bisa bersaing di Liga 2, sebagai pelatih ia menginginkan PSG diperkuat pemain yang mumpuni. Untuk itu, ia berkeinginan merekrut pemain senior yang sudah berpengalaman bermain di Liga 2 atau Liga 1.

“Itu harapan saya sebagai pelatih, tapi semua itu kan juga tergantung manajemen selaku penyandang dana,” tandasnya.

Hanya saja, untuk merekrut pemain senior yang berpengalaman ini Ibnu masih menunggu kepastian kelanjutan kompetisi Liga 2 2020 dari PSSI atau PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

“Masalahnya menyangkut biaya. Kalau kita rekrut kemudian kompetisi tidak ada kepastian, tentu klub yang akan rugi,” pungkas Ibnu Grahan. (pin)