― Advertisement ―

Bukan Sekadar Ngopi, Cangkrukan ANTRAK dan Bakesbangpol Lumajang Jadi Momentum Perkuat Perang Melawan Narkoba

LUMAJANG,wirafokus.com- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi Tim Lembaga Anti Narkotika dan Rehabilitasi Narkoba (ANTRAK) bersama perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)...
BerandaOlahragaGema Juara dari Sidoarjo: TIM GARUDA TUNDUKAN GAJAH PUTIH

Gema Juara dari Sidoarjo: TIM GARUDA TUNDUKAN GAJAH PUTIH

Arvian alias Ceker Arek Sidoarjo (kaos merah)

SIDOARJO,wirafokus.com- Air Mata dan Kebanggaan Arvian untuk Garuda
Sidoarjo malam itu tak kalah riuh dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Nonton bareng (nobar) di berbagai sudut kota bergemuruh ketika eksekusi penalti terakhir memastikan Timnas Indonesia menaklukkan Thailand di partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Skor imbang 2-2 hingga babak extra time, yang kemudian ditutup dengan kemenangan dramatis 4-2 di adu penalti, membuat jutaan pasang mata tumpah ruah dalam kebahagiaan—termasuk Arvian T.H.

Sebagai pencinta bola sejati di Sidoarjo, Arvian merasakan emosi yang luar biasa. Berikut petikan wawancara khusus dengannya mengenai momen bersejarah ini:

Wawancara Khusus dengan Arvian T.H (Pecinta Bola Sidoarjo)
Pewawancara: Halo Bung Arvian, selamat malam! Bagaimana rasanya setelah menyaksikan Timnas Indonesia resmi jadi juara ASEAN Cup 2026 lewat drama adu penalti melawan Thailand?

Arvian T.H: Malam juga! Wah, jujur ini campur aduk, Mas. Jantung rasanya mau copot dari menit pertama sampai drama penalti tadi. Tapi begitu bola penalti terakhir masuk dan dipastikan kita menang, rasanya air mata hampir tuntas keluar. Ini bukan cuma soal trofi, tapi mentalitas Garuda malam ini benar-benar luar biasa. Lawannya Thailand, raja turnamen Asia Tenggara, dan kita bungkus mereka di kandang!

Pewawancara: Pertandingan tadi kan berjalan sangat ketat, imbang 2-2 sampai perpanjangan waktu. Apa analisis Anda sebagai penikmat bola melihat jalannya laga final tadi?
IDN Times

Arvian T.H: Luar biasa intens. Thailand itu tim yang sangat disiplin dan punya mental juara yang matang. Tertinggal, mengejar, lalu duel sengit di extra time—kedua tim sama-sama capek tapi ngotot. Kuncinya ada di ketenangan pemain kita saat adu penalti. Peran krusial penyelamatan penalti tadi juga jadi pembeda. Anak-anak Sidoarjo dan seluruh warga Jatim di sini yang ikut nobar pada loncat semua, teriak-teriak nggak karuan saking senangnya!

Pewawancara: Menurut Anda, seberapa besar arti kemenangan dan gelar juara ini bagi pencinta sepak bola di daerah, khususnya di Sidoarjo?

Arvian T.H: Besar banget! Kita sebagai suporter di daerah selalu rindu momen-momen kejayaan seperti ini. Gelar juara ASEAN Cup 2026 ini membuktikan kalau sepak bola kita terus naik level. Ini suntikan moral yang luar biasa buat pembinaan usia dini di daerah juga. Anak-anak muda di Sidoarjo bakal makin termotivasi buat serius latihan, karena mereka lihat Garuda sekarang bisa jadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Pewawancara: Terakhir, apa harapan Bung Arvian untuk Timnas Indonesia setelah mengukir sejarah manis malam ini?

Arvian T.H: Jangan cepat puas. Ini momentum kebangkitan sepak bola kita, jadi fondasi untuk melangkah lebih jauh ke kancah Asia bahkan dunia. Buat PSSI, pelatih, dan para pemain: terima kasih sudah bikin kami, rakyat Indonesia, khususnya pencinta bola di Sidoarjo, bangga setengah mati malam ini. Garuda Mendunia! (KIKI JUANDA)