Bonek Netral di Pilkada Surabaya

23
Bonek Utara ketika menggelar acara pemberian santunan kepada anak yatim dan doa bersama untuk rekannya yang sudah meninggal, Senin (30/11/2020) malam.

Surabaya, wirafokus.com- Bonek Surabaya Utara memilih netral dalam Pilkada Surabaya yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. Para pendukung fanatik Persebaya tersebut tidak mau terlibat dalam urusan politik dan fokus sebagai suporter sepakbola.

“Kami tidak mau terlibat urusan politik. Karena itu, kami memilih bersikap netral di Pilkada Surabaya,” kata Abdul Gani, Ketua Bonek Surabaya Utara, Senin (30/11/2020) malam.

Saat itu bonek Surabaya Utara sedang menggelar acara pemberian santunan kepada anak yatim dan doa bersama untuk rekannya yang sudah meninggal dunia. Lokasinya di kawasan Kalimas Baru, Perak Utara. “Ada 100 anak yatim yang kita beri santunan,” ujar Abdul Gani didampingi Koordinator Bonek Tribun Timur, Hasan Tiro.

Baik Abdul Gani maupun Hasan Tiro menegaskan, meski netral, pihaknya tidak melarang kalau ada anggota yang mendukung salah satu pasangan calon, baik nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armudji (ErJi) atau nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju).

“Silakan kalau ada yang memilih paslon A atau B. Itu hak mereka pribadi, kami tidak bisa melarang atau memaksakan,” tegas Abdul Gani.

Aksi Bonek ketika.mendukung Persebaya.

Mengenai adanya surat tertulis dari KH Kholil As’ad Syamsul Arifin dari Ponpes Walisongo Situbondo, yang menyerukan kepada warga Surabaya untuk mendukung Machfud Arifin dalam Pilwali Surabaya, baik Abdul Gani maupun Hasan Tiro mengaku sudah mengetahui.

Kendati KH Kholil seorang kyai yang dihormati dan sangat dihormati di kalangan bonek, tapi kedua pentolen bonek di Surabaya Utara ini mengaku tidak mau ikut-ikutan soal politi dan memilih diam. “Soal itu kami no commet,” kata Hasan Tiro yang diamini Abdul Gani.

Seperti kabar yang beredar, putra kyai besar KH As’ad Syamsul Arifin tersebut menuangkan tulisan tangan yang isinya mengajak warga Surabaya mendukung dan mendoakan Machfud Arifin demi kemaslahatan Surabaya.

Seruan itu dituangkan dalam tulisan tangan di kertas dengan bahasa Madura. Intinya, menyerukan kepada warga Surabaya untuk memenangkan Cak Machfud Arifin di Pilwali Surabaya.

Berikut isi seruan tulisan tangan KH Kholil As’ad: Bismillahirrahmannirrahiim, Be’ para cakancah ben tantaretan a ryo’onah areng-saren noro’ma menang ben adhuwwe’ag Bpk Machfud Arifin.  Ka angguy kemaslahatan Surabaya.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih bunyinya: kepada teman-teman dan saudaraku, mohon untuk bersama-sama terlibat memenangkan dan mendoakan Bapak Machfud Arifin demi kemaslahatan Surabaya. (pin)