― Advertisement ―

Luar Biasa! Perwakilan Bangkalan Borong 1 Emas, 2 Perak, 3 Perunggu di Kejurprov II Woodball Jatim

BANGKALAN,wirafokus.com- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Bangkalan. Perwakilan Bangkalan berhasil membawa pulang 1 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu dalam ajang...
BerandaPeristiwa“Kami Cuma Mau Cari Makan”, Jeritan Penambang Bakan Minta Presiden Prabowo dan...

“Kami Cuma Mau Cari Makan”, Jeritan Penambang Bakan Minta Presiden Prabowo dan Gubernur Sulut Turun Tangan

Suara keresahan kembali datang dari kawasan pertambangan rakyat di Kecamatan Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow. Ratusan penambang tradisional yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan mengaku semakin terhimpit akibat ketidakpastian status lahan dan penertiban yang dinilai belum memberikan solusi bagi masyarakat kecil.
Bolaang Mongondow,wirafokus.com- Suara keresahan kembali datang dari kawasan pertambangan rakyat di Kecamatan Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow. Ratusan penambang tradisional yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan mengaku semakin terhimpit akibat ketidakpastian status lahan dan penertiban yang dinilai belum memberikan solusi bagi masyarakat kecil.

Dalam berbagai kesempatan, para penambang menyampaikan satu pesan sederhana namun penuh makna: “Kami cuma mau cari makan.” Kalimat tersebut menjadi simbol kegelisahan warga yang mengaku tidak memiliki sumber penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

Menurut sejumlah penambang, aktivitas pertambangan rakyat telah menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat selama bertahun-tahun. Dari hasil tambang itulah mereka membiayai pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, hingga menopang perekonomian desa.

“Kami bukan orang kaya. Kami hanya mencari nafkah untuk keluarga. Kalau tambang ditutup tanpa solusi, kami harus kerja apa?” ujar salah seorang penambang.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari aspek penegakan hukum semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi yang dihadapi ribuan warga yang bergantung pada sektor tersebut.

Para penambang meminta perhatian langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar pemerintah pusat dapat mencari jalan keluar yang adil bagi masyarakat kecil. Mereka berharap ada kebijakan yang mampu mengakomodasi kepentingan negara sekaligus melindungi hak hidup masyarakat yang selama ini menggantungkan ekonomi keluarga pada pertambangan rakyat.

Selain kepada Presiden, harapan besar juga ditujukan kepada Yulius Selvanus sebagai Gubernur Sulawesi Utara. Warga meminta pemerintah provinsi menjadi jembatan antara masyarakat, pemerintah pusat, dan pihak-pihak terkait untuk menemukan solusi yang tidak merugikan masyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai pemerintah perlu segera melakukan dialog terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencegah munculnya konflik sosial yang lebih luas. Menurut mereka, legalisasi dan penataan pertambangan rakyat dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan sesuai aturan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan lingkungan.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap adanya program pemberdayaan ekonomi alternatif apabila pemerintah mengambil langkah pembatasan aktivitas pertambangan. Tanpa adanya solusi nyata, ribuan kepala keluarga dikhawatirkan kehilangan sumber penghasilan utama mereka.

Hingga kini, aspirasi masyarakat Bakan terus bergema. Mereka berharap pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan untuk memberikan kepastian serta solusi yang berkeadilan.

“Jangan biarkan rakyat kecil menjadi korban ketidakpastian. Kami hanya ingin bekerja dan menghidupi keluarga kami,” ujar salah satu warga dengan nada penuh harap. Informasi mengenai aspirasi penambang dan permintaan kepada pemerintah tersebut diberitakan oleh media lokal Sulawesi Utara.

(Nove)