― Advertisement ―

Polrestabes Surabaya Hadirkan Ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026

Surabaya,wirafokus.com— Polrestabes Surabaya menghadirkan ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026 sebagai ruang bagi anak muda dan komunitas otomotif untuk menyalurkan...
BerandaPeristiwaViral Satwa Kurus, Komisi B DPRD Surabaya Turun Langsung ke KBS

Viral Satwa Kurus, Komisi B DPRD Surabaya Turun Langsung ke KBS

Bagas Iman Waluyo.(Foto: Andra Jatmiko/wirafokus.com)
SURABAYA, wirafokus.com- Komisi B DPRD Kota Surabaya akan melakukan inspeksi langsung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) menyusul kembali viralnya sejumlah foto satwa kurus di media sosial. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini satwa sekaligus meluruskan informasi yang dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra Bagas Iman Waluyo mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, banyak foto satwa yang kembali ramai diperbincangkan merupakan dokumentasi lama yang diunggah ulang dan dikaitkan dengan isu dugaan korupsi pengadaan pakan di KBS.

Bagas menjelaskan, kasus satwa dengan kondisi tubuh kurus memang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dijadikan gambaran situasi KBS saat ini karena pengelola terus melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan kesejahteraan satwa dan memperkuat fungsi konservasi.

“Memang dulu kita sangat prihatin ketika ada satwa yang terlihat kurus. Tetapi sekarang KBS terus berbenah agar satwa lebih sehat, terawat, dan fungsi konservasi berjalan semakin baik,” ujarnya, Rabu (29/7).

Ia menambahkan, foto-foto harimau, monyet, maupun satwa lainnya yang kembali beredar di media sosial sebagian besar merupakan dokumentasi lama. Begitu pula dengan kasus jerapah yang sempat ditemukan menelan sekitar 20 kilogram sampah. Menurut Bagas, peristiwa tersebut merupakan kejadian masa lalu dan tidak mencerminkan kondisi KBS saat ini.

“Kita tidak boleh menilai hanya dari potongan informasi atau foto lama. Yang harus dilihat adalah bagaimana kondisi KBS sekarang setelah berbagai upaya perbaikan dilakukan,” katanya.

Sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan, Komisi B DPRD Surabaya berencana turun langsung ke KBS untuk melihat kondisi satwa secara menyeluruh. Kunjungan tersebut juga bertujuan memperoleh data dan informasi yang objektif melalui pengecekan langsung di lapangan.

“Kami ingin memastikan sendiri apakah kondisi yang beredar di media sosial benar-benar sesuai dengan keadaan saat ini. DPRD harus mendapatkan informasi berdasarkan fakta, bukan sekadar narasi yang beredar,” tegas Bagas.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Direktur Operasional KBS. Dari hasil komunikasi tersebut, pengelola menyampaikan bahwa publikasi mengenai perkembangan KBS terus ditingkatkan melalui berbagai platform sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan jumlah kunjungan.

Bagas menegaskan, apabila dalam kunjungan nanti ditemukan satwa yang kondisi kesehatannya belum optimal, Komisi B akan meminta penjelasan langsung dari keeper maupun dokter hewan yang menangani satwa tersebut.

“Kalau memang ada satwa yang sakit atau kondisinya kurang baik, tentu harus dijelaskan penyebabnya, apakah karena faktor usia, penyakit, atau hal lainnya. Penjelasan harus disampaikan oleh pihak yang memang berkompeten agar masyarakat memperoleh informasi yang benar,” ujarnya.

Selain itu, Bagas mendorong KBS memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga konservasi di Indonesia guna meningkatkan kualitas perawatan satwa. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi yang memiliki pengalaman dalam konservasi dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan KBS.

“Kerja sama dengan Taman Safari, kebun binatang di Batu, maupun Gembira Loka Yogyakarta bisa menjadi sarana bertukar pengalaman dan meningkatkan standar perawatan satwa. Yang paling penting adalah kesejahteraan satwa terus meningkat dan fungsi konservasi tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. (dra)