
GATRA merupakan organisasi yang dibentuk sebagai sayap DPP MATRA untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat adat melalui sektor pertanian, sekaligus mendorong regenerasi petani dan pemanfaatan hasil riset akademik bagi kemajuan pertanian Indonesia.
Ketua Umum DPP MATRA, KPH Andi Bau Malik Barammamase, mengatakan pembentukan GATRA telah dipersiapkan selama kurang lebih satu tahun melalui berbagai pembahasan.
“Sebagian besar masyarakat Indonesia hidup dari sektor pertanian. Karena itu kami membentuk Gerakan Tani sebagai wadah untuk memperkuat masyarakat adat sekaligus mendukung sektor pertanian sebagai fondasi penting bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Menurut Andi, selama ini MATRA berfokus pada pelestarian adat dan budaya Nusantara. Namun, pendekatan melalui sektor pertanian dinilai lebih efektif karena dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Surabaya (UBAYA) yang telah mendukung penyelenggaraan pelantikan pengurus pusat GATRA.
Menanggapi berbagai isu nasional terkait tanah adat maupun program pemerintah di sektor pertanian, Andi menegaskan bahwa MATRA tidak menjadikan advokasi lahan sebagai fokus utama organisasi.
“Fokus utama kami adalah pelestarian adat dan budaya. Ketika adat dan budaya tetap hidup, kehidupan masyarakat, termasuk sektor pertanian, akan berjalan dengan baik,” tegasnya.
MATRA juga memberikan perhatian terhadap regenerasi petani. Pengurus GATRA diharapkan melibatkan generasi muda agar sektor pertanian memiliki keberlanjutan. Kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi juga terus dibangun sehingga hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Saat ini kepengurusan GATRA telah terbentuk di 33 provinsi. Dalam waktu dekat, pengurus pusat dijadwalkan melakukan pelantikan dan konsolidasi di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPP GATRA, Assoc. Prof. Dr. M. Syahri Roesman, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya bergerak di bidang pertanian, tetapi juga mencakup peternakan, perikanan, kehutanan, hingga perkebunan.
Menurutnya, GATRA akan mengembangkan kegiatan mulai dari budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk. Ia berharap hasil penelitian dari perguruan tinggi tidak berhenti di lingkungan akademik, melainkan dapat diterapkan secara langsung dan memberikan manfaat bagi para petani. (WL/Fks)
