
Rombongan DPC PKB Surabaya dipimpin langsung Ketua DPC PKB Surabaya M. Faridz Afif. Kehadiran mereka disambut Rais Syuriyah PCNU Surabaya KH. Dzul Hilmi serta Ketua PCNU Surabaya H. Masduki Toha.
Dalam sambutannya, Masduki Toha menegaskan bahwa PKB memiliki hubungan historis yang tidak bisa dipisahkan dari Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, PKB merupakan bagian dari perjalanan panjang NU sehingga keberadaannya bukan sesuatu yang asing bagi keluarga besar Nahdliyin.
“PKB ini ibarat konco lawas bagi NU karena memang lahir dari rahim NU,” ujarnya.
Masduki mengungkapkan, berdasarkan ingatannya, sejak 2017 DPC PKB Surabaya belum pernah lagi melakukan kunjungan resmi ke Kantor PCNU Surabaya. Meski demikian, ia mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan yang terjadi pada masa lalu.
Sebaliknya, PCNU Surabaya saat ini tengah memperkuat konsolidasi organisasi dengan menjalin komunikasi hingga tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) dan ranting di berbagai wilayah Surabaya guna menyamakan persepsi dan mempererat kebersamaan.
Ia juga menyoroti besarnya potensi warga Nahdliyin di Kota Surabaya. Dari sekitar tiga juta penduduk, sekitar 80 persen merupakan umat Islam, sementara sekitar 65 hingga 70 persen di antaranya diperkirakan merupakan warga NU.
Dengan basis tersebut, Masduki berharap kader-kader PKB yang kini duduk di DPRD Surabaya mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat Nahdliyin melalui kebijakan maupun program pembangunan.
“Kalau ada persoalan di masa lalu, kita tinggalkan. Yang terpenting sekarang bagaimana kita bersama-sama berkhidmah untuk NU dan masyarakat,” katanya.
Masduki juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif PKB Surabaya untuk kembali membuka ruang komunikasi dengan PCNU. Menurutnya, sinergi antara organisasi keagamaan dan representasi politik menjadi penting dalam memperjuangkan kepentingan umat.
“Kami memiliki umat, sedangkan teman-teman di legislatif memiliki kewenangan dalam program dan anggaran. Kolaborasi ini harus terus dibangun demi kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Surabaya M. Faridz Afif mengaku bersyukur atas sambutan hangat yang diberikan jajaran PCNU Surabaya. Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi awal penguatan hubungan kelembagaan yang selama ini belum terjalin secara formal.
Afif mengakui bahwa sejak 2017 belum ada kunjungan resmi DPC PKB Surabaya ke Kantor PCNU. Namun, menurutnya hubungan personal dengan para kiai dan tokoh NU tetap terjaga dengan baik.
“Insya Allah ke depan kami ingin kembali berkhidmah bersama PCNU Surabaya dan mempererat komunikasi yang selama ini sudah terjalin secara personal,” ujarnya.
Afif juga mengenang kedekatannya dengan lingkungan NU sejak usia muda. Ia mengaku tumbuh dalam tradisi organisasi NU, pernah aktif sebagai Ketua IPNU hingga menjadi bagian dari GP Ansor Surabaya sebelum dipercaya menjadi anggota DPRD Surabaya.
Karena itu, ia menegaskan komitmen PKB Surabaya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan PCNU. Menurutnya, apabila terdapat kebutuhan atau aspirasi dari para kiai maupun pengurus NU, PKB siap memberikan dukungan melalui jalur legislatif.
“Kalau ada hal-hal yang perlu kami bantu, tidak perlu sungkan. Sampaikan saja, Insya Allah kami siap berikhtiar bersama demi kepentingan umat dan masyarakat Surabaya,” pungkasnya. (Adr)
