
Awak media membututi pengerit ke tempat biasa ia mengetab sampai ke rumah salah satu warga bernama Sholeh, didepan halaman beliau Joko dan kawan- kawan leluasa mengetab lalu kembali lagi ke SPBU hingga jerigen terisi penuh. Karena menurut Joko ia sudah mendapatkan izin secara lisan oleh tuan rumah. Seolah kebal hukum Nasirin bersikap menantang awak media dengan menjawab “wes gak usah ngurus-ngurus” dalam bahasa Jawa yang artinya gak usah ikut campur. Lain halnya Sholeh saat diminta keterangan oleh awak media ia mengaku mendapatkan uang sebesar 300 ribu setiap bulan dari SPBU. Walau sebenarnya Sholeh selalu kawatir karena pengerit saat mengetab pertalite kadang sambil merokok, untuk menegur para pengerit Sholeh tidak sampai hati namun bayangan kebakaran terus menghantui.
Disebelah Sholeh atau tetangganya juga banyak jerigen berisi 35 liter berjajar bahkan hampir ratusan, sangat miris ditengah ramainya issu kelangkaan BBM ada saja beberapa pihak yang meraup keuntungan. Tidak bisa dibiarkan awak media selaku kontrol sosial di masyarakat ingin mencari kebenaran dan penjelasan secara langsung agar mendapatkan berita yang berimbang. melihat resiko dari kegiatan ini jika tetap dilakukan disekitaran rumah warga.

Perlu diketahui oleh semua pihak bahwa sesuai Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014, jerigen hanya dilayani untuk sektor usaha mikro, perikanan, pertanian, dan pelayanan umum yang membawa surat rekomendasi asli dari instansi berwenang. Wajib Barcode: Pembeli yang berhak pun wajib menggunakan QR Code untuk mencatat volume pembelian agar tetap terpantau. Keamanan Wadah: Jerigen berbahan plastik umumnya dilarang karena risiko listrik statis yang dapat memicu kebakaran; disarankan menggunakan wadah berbahan logam.
Jika terjadi hal tidak diinginkan seperti kebakaran siapa yang bertanggungjawab, maka sebelum itu terjadi tidak ada salahnya awak media mengingatkan. Dorongan Evaluasi dan Tindakan Tegas dari APH dan Pertamina melalui pengawasnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPBU, agar BBM subsidi benar-benar tepat sasaran terlebih membuat masyarakat merasa aman. (Kie/red)
