― Advertisement ―

Polrestabes Surabaya Hadirkan Ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026

Surabaya,wirafokus.com— Polrestabes Surabaya menghadirkan ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026 sebagai ruang bagi anak muda dan komunitas otomotif untuk menyalurkan...
BerandaPeristiwaDua Napi Buddha di Lapas Tondano Terima Remisi Waisak 2026

Dua Napi Buddha di Lapas Tondano Terima Remisi Waisak 2026

Dua narapidana beragama Buddha di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano menerima Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026
TONDANO,wirafokus.com— Dua narapidana beragama Buddha di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano menerima Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026. Pemberian remisi tersebut merupakan bagian dari program nasional Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka pemenuhan hak warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif.

Remisi diberikan sebagai bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku positif serta aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana di dalam lapas. Momentum Hari Raya Waisak juga diharapkan menjadi sarana refleksi diri dan penguatan spiritual bagi para warga binaan.

Secara nasional, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Ditjenpas memberikan Remisi Khusus Waisak 2026 kepada 1.052 narapidana dan anak binaan beragama Buddha di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.041 narapidana menerima Remisi Khusus I berupa pengurangan sebagian masa pidana, sementara enam lainnya langsung bebas setelah memperoleh Remisi Khusus II.

Pemberian remisi di Lapas Tondano berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna. Diharapkan, remisi tersebut dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Selain menjadi bentuk penghargaan atas perilaku baik warga binaan, pemberian remisi juga dinilai memberi dampak positif terhadap efisiensi anggaran negara dalam pembinaan pemasyarakatan.

(Nove)