
Upacara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Sulut, ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, unsur TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat. Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Dalam amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk terus memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan semangat kebhinekaan sebagai kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara atau simbol ideologi, tetapi harus menjadi pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Menurutnya, semangat persatuan harus terus dijaga agar Indonesia tetap kokoh dan damai di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, hingga doa bersama demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 ini menjadi momentum refleksi bersama agar semangat nasionalisme, cinta tanah air, serta komitmen menjaga persatuan bangsa terus tumbuh di tengah masyarakat demi terciptanya Indonesia yang aman, damai, dan harmonis.
(Nove)
