
Kegiatan itu diikuti ratusan peserta dari unsur ASN, TNI-Polri, Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat Kota Bitung. Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Dalam amanatnya, Randito Maringka membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa Pancasila telah menjadi perekat bangsa yang mampu menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan global, perkembangan teknologi, hingga ancaman perpecahan sosial. Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa harus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa yang harmonis dan damai.
Selain itu, Randito juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui sikap toleransi, gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bitung turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Bitung atas berbagai capaian daerah, termasuk keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta penghargaan pengendalian inflasi tingkat regional Sulawesi.
Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, hingga doa bersama demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila 2026 ini, Pemerintah Kota Bitung berharap semangat persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air terus tumbuh di tengah masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera.
(Nove)
