Melanggar SOP, BPN Dilurug Kades dan Warga Alang-alang

34
Kades dan warga Alang-alang saat audensi di kantor BPN.

Bangkalan, wirafokus.com- Sebanyak tujuh sertifikat milik warga Desa Alang-alang tak kunjung selesai, Kepala Desa Alang-alang Fahrur Rosi mendampingi warganya mendatangi kantor Agraria dan Tata Ruang-Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Bangkalan, Senin (30/11/2020).

Kades dan warga Desa Alang-alang, Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan diterima BPN di ruang rapat. Di hadapan BPN, Rosi kemudian menceritakan proses pembuatan sertifikat yang diketahui dari Standar Operasional Prosedural (BOP) di BPN Bangkalan.

Menurut dia, mulai proses hingga penerbitkan sertifikat ketika berkas dinyatakan lengkap mestinya hanya memerlukan waktu paling lama 6 bulan, sejak berkas disetorkan.

“Berkas kelengkapan pengajuan warga saya komplit, disetorkan tahun 2018. Tapi hingga sekarang belum selesai. Ini waktunya lebih lama dari SOP yang harusnya 6 bulan,” protes Rosi.

Rosi membeberkan bahwa beberapa dari warganya mengurus sertifikat melalui Kantor Notaris Agung Teguh Santoso. Pihakya sudah menanyakan ke Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) tersebut. Dari keterangan notaris, berkas pengajuan penerbitan sertifikat milik warganya sudah masuk ke BPN Bangkalan.

“Kelengapan penerbitan sertifikat sudah ada nomor register. Seharusnya sudah diproses,” ujarnya.

Rosi mengatakan, layanan yang diberikan BPN Bangkalan pada masyarakat belum maksimal. Dia berharap BPN memerbaiki kinerja pelayanannya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan, BPN Bangkalan, Andika Putranto, mengatakan jika kelengkapan yang dibutuhkan masih kurang dan belum dilengkapi, yakni dari pihak yang diberi kuasa pemohon.

“Kelengkapan yang kita minta melalui kuasanya tidak segera dipenuhi,” kata Andika. Namun, dia
mengatakan jika ketujuh sertifikat tersebut tengah dalam proses dan akan selesai secepatnya. (HH)