
Surabaya, wirafokus.com- Pilkada Serentak sudah digelar di bebagai daerah di tanah air pada 9 Desember 2020. Termasuk Pilkada Surabaya yang diikuti dua pasangan calon (paslon), yakni paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji (ErJi) yang diusung PDI-P dan didukung PSI. Satunya lagi adalah paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) yang diusung delapan partai politik, yakni PKB, PKS, Demokrat, Nasdem, Golkar, Gerindra, PAN dan PPP.
Hasilnya juga sudah ada gambaran. Berdasarkan hasil quick count atau hitungan cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei, paslon ErJi berhasil mengungguli paslon Maju.
Lembaga survei Charta Politika Indonesia dan LSI Denny JA, misalnya. Dalam rilisnya, Kamis (10/12/2020), menyebut ErJi memperoleh suara 56,5 persen dan Maju 43,5 persen. Sedang Surabaya Survey Center (SSC) merilis paslon ErJi meraih 57,34 persen dan paslon Maju 42, 73 persen.
Meskipun sudah dinyatakan menang berdasarkan hitungan cepat, tetapi ErJi tidak mau larut dalam kegembiraan. Pasalnya, hasil tersebut baru berdasarkan quick count lembaga survei. Bukan hasil hitungan resmi dari KPU Surabaya.
“Jadi, kami sekarang menunggu hasil real count atau hitungan resmi yang dilakukan KPU Surabaya sampai final,” kata Armuji kepada wirafokus.com, Kamis (10/12/2020) pagi.
Untuk itu, ErJi bersama kader partai, relawan dan simpatisan, akan fokus mengawal penghitungan suara yang dilakukan KPU Surabaya sampai tuntas. Sampai KPU mengumumkan secara resmi siapa paslon yang unggul dan terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota Surabaya periode 2020-2025 menggantikan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana. “Sementara itulah fokus kami sekarang,” tegas Armuji.
Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Cak Ji ini menghimbau agar pendukungnya tidak euforia dengan hasil hitungan cepat yang dilakukan lembaga survei. “Tidak usah euforia. Jangan bersikap sombong. Kita harus biasa dan bersabar, sambil menunggu hitungan resmi dan pengumuman pemenang dari KPU,” pintanya.
Rabu (9/12/2020) malam, ErJi menyempatkan diri menyapa pendukungnya di kantor DPD PSI Kota Surabaya. Di tempat ini, selain mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan, ErJi juga menghimbau agar tidak euforia karena dikhawatirkan akan membuat pendukung paslon lain tersinggung.
“Mari kita jaga agar Surabaya tetap kondusif. Tidak ada lagi perpecahan di antara kita. Tidak ada lagi benci atau permusuhan. Mari kita bersatu, bersama-sama membangun dan memajukan Surabaya,” tegas politikus senior PDI-P yang empat periode (20 tahun) terpilih menjadi anggota DPRD Kota Surabaya.
Bahkan, dua periode Cak Ji menjabat Ketua DPRD Surabaya. Terakhir, Cak Ji tercatat sebagai anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 sebelum akhirnya mengundurkan diri karena maju sebagai calon wakil wali kota di Pilkada Surabaya 2020. (pin)
