― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaSosial & BudayaPeduli Kesehatan Masyarakat, IFI Surabaya Bersama La Nyalla Academia Gelar Pelayanan Kesehatan...

Peduli Kesehatan Masyarakat, IFI Surabaya Bersama La Nyalla Academia Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Insert foto : Antusias masyarakat datang di D’ Boengkoel Cafe untuk betobat secara gratis yang diadakan IFI Surabaya bersama La Nyalla Academia, Minggu, (21/10/18)

Surabaya, wirafokus.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, maka Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Surabaya bersama La Nyalla Academia mengadakan bakti sosial berupa penyuluhan dan layanan kesehatan gratis.

Selain untuk mengenalkan eksistensi fisioterapi secara luas, acara yang dilaksanakan di D’ Boengkoel Cafe ini juga dalam rangka menyemarakkan World Physical Therapy Day atau Hari Fisioterapi Dunia yang jatuh pada tanggal 8 September. Ada sekitar 20 fisioterapis yang memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di sela penyuluhan tentang kasus “Nyeri”. Acara dibuka dengan senam pagi bersama.

Founding Father La Nyalla Academia, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengungkapkan, sebagai lembaga nirlaba yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, sesuai dengan motto dan tujuannya “Bersama untuk Kebaikan”, maka La Nyalla Academia mengapresiasi dan mendukung atas terlaksananya kegiatan bakti sosial tersebut.

“Kesehatan masyarakat harus menjadi tanggung jawab bersama agar mereka tumbuh menjadi masyarakat yang sehat, cerdas dan maju. Karena kesehatan adalah kunci, masyarakat akan menjadi produktif jika badannya sehat, dan akan tertinggal jika sakit-sakitan,” tegas La Nyalla yang saat ini mencalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Jatim di Surabaya, Minggu (21/10/2018).

“Sebagai tenaga ahli kesehatan, IFI merasa berkewajiban untuk ikut mendarmabaktikan kompetensinya melalui berbagai acara yang kerap dilaksanakan, salah satunya dengan melakukan baksos dan penyuluhan disaat perayaan World Physical Therapy Day,” kata Ketua IFI Cabang Surabaya Andi Setyawan

“Penyuluhan kali ini lebih menitikberatkan pada kasus nyeri. Kasus nyeri menjadi fokus kami karena kasus tersebut semakin banyak ditemui. Bahkan dari penelitian yang telah dilakukan, satu dari setiap lima orang pernah mengalami nyeri.
Nyeri leher dan nyeri punggung adalah sindrom yang paling banyak dialami oleh tenaga kerja,” ujar Andi Setyawan saat pelaksanaan bakti sosial.

Lebih lanjut mengungkapkan bahwa kasus prevalensi nyeri punggung bawah (NPB) di negara industri saat ini sudah mencapai sebesar 70 persen dalam sepanjang hidup seseorang. Akibatnya, diantara para pekerja, 178,8 juta hari dalam setahun menjadi terbatas karena gangguan NPB.

“Selain NPB, nyeri leher juga menjadi keluhan utama. Sebanyak 5,9 persen hingga 22,2 persen penduduk dunia pernah mengalami nyeri leher. Keluhan nyeri yang muncul bila menggerakkan leher membuat aktivitas penderita tidak menjadi efektif,” tambahnya.

Dan Fisioterapis menurut pengakuan Andy adalah salah satu profesional yang bertanggung jawab atas gerak, bertanggung jawab atas promosi dan pencegahannya.(*/Kij)