
TROWULAN,MOJOKERTO,wirafokus.com- Tradisi ruwatan mandi kembang menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya Jawa yang memiliki makna filosofis mendalam. Di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, prosesi mandi kembang atau mandi suci dikenal sebagai simbol penyucian diri secara lahir dan batin.
Bersama Gus Imm, tradisi ini menjadi momentum untuk mengenalkan kembali nilai-nilai kearifan leluhur kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam filosofi tradisi Jawa, mandi kembang dalam prosesi ruwatan dimaknai sebagai simbol ngluwari sengkolo, yaitu melepaskan diri dari kesialan, hambatan, dan hal-hal buruk yang dipercaya dapat mengganggu perjalanan kehidupan.
Lebih dari sekadar ritual, prosesi ini juga memiliki pesan spiritual tentang pentingnya membersihkan hati, menjernihkan pikiran, memperbaiki diri, serta membangun semangat baru.
Mandi kembang juga dipercaya secara simbolis sebagai upaya membuka aura positif, menghadirkan ketenangan batin, keharmonisan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Gus Imm turut mengingatkan bahwa nilai utama dari ruwatan bukan hanya terletak pada prosesi ritualnya, tetapi juga pada kesadaran seseorang untuk melakukan introspeksi diri dan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi ini menjadi salah satu kekayaan budaya Nusantara yang patut dijaga dan diperkenalkan secara berkelanjutan. Trowulan sebagai kawasan bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah dan kebudayaan Jawa Timur.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kearifan lokal tetap hidup, dikenal luas, dan menjadi bagian dari identitas budaya bangsa. (WL/Fks)
