― Advertisement ―

Bukan Sekadar Ngopi, Cangkrukan ANTRAK dan Bakesbangpol Lumajang Jadi Momentum Perkuat Perang Melawan Narkoba

LUMAJANG,wirafokus.com- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi Tim Lembaga Anti Narkotika dan Rehabilitasi Narkoba (ANTRAK) bersama perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)...
BerandaOlahragaSpanyol ke Final Piala Dunia 2026, Mamak: Olise Dimatikan, Prancis Mandul

Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Mamak: Olise Dimatikan, Prancis Mandul

Muhammad Zein Alhadad.
Surabaya, wirafokus.com- Spanyol lolos ke Final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis 2-0 di babak semifinal yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7) dini hari, pukul 02.00 WIB.

Dua gol Spanyol lahir dari eksekusi penalti Mikel Oyarzabal di menit ke-22 dan situasi open play yang dibuat oleh Pedro Porro pada menit ke-58.

Berkat kemenangan ini, Lamine Yamal dkk lolos ke babak final Piala Dunia 2026 menghadapi pemenang antara Argentina melawan Inggris. Duel “Perang Malvinas” ini akan berlangsung pada Kamis (16/7) dini hari, pukul 02.00 WIB.

Legenda sepak bola Timnas Muhammad Zein Alhadad menganalisa, kemenangan La Furia Roja itu karena pelatihnya Luis de la Fuente yang mematikan pergerakan Michael Olise.

“Olise ini adalah otak serangan Prancis. Dia pemberi assist terbaik bagi pemain depan. Namun karena dimatikan, seperti yang pernah saya katakan sebelum pertandingan, Mbappe dan Dembele tidak bisa berbuat apa-apa. Pemain depan Prancis mandul, tak berkutik” kata Mamak, panggilan akrab Muhammad Zein Alhadad.

Selain itu, pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Prancis terhadap Lamine Yamal yang berbuah penalti pada menit ke-22, dinilai sebagai kesalahan telak.

“Akibat gol penalti yang dicetak Mikel Oyarzabal, rasa percaya diri pemain Spanyol meningkat. Sebaliknya, Prancis yang tertinggal semakin panik,” ujar mantan striker NIAC Mitra Surabaya itu.

Berikutnya, Spanyol dinilai bermain kolektif. Menyerang bagus, bertahan juga bagus. Sementara Prancis yang mengandalkan Mbappe dan Dembele, tidak berkutik karena tidak ada yang memberi umpan dari lini tengah. Karena “perang” di lini ini dimenangkan Spanyol.

“Dalam sepak bola lini tengah sangat vital. Siapa yang memenangkan perang di lini tengah, maka berpeluang besar memenangkan pertandingan. Dan itu dibuktikan oleh Spanyol,” tutur Mamak.

Mantan pelatih Persija Jakarta dan Deltras Sidoarjo ini juga memuji bek sayap Cucurella yang dianggap sebagai wing back modern. Disamping itu juga ada Lamine Yamal yang kerap menyerang dari sektor sayap kanan.

“Cucurella tidak hanya aktif bertahan, tapi juga aktif membantu serangan. Bersama Yamine Yamal, keduanya kerap bikin repot barisan pertahanan Prancis,” ungkap Mamak.

Berpeluang Ukir Sejarah

Kemenangan atas Prancis tersebut tidak hanya membuka peluang Spanyol untuk meraih gelar juara dunia, tetapi juga membawa La Furia Roja berada di ambang pencapaian bersejarah.

Pasalnya, Spanyol kini telah mengoleksi 37 pertandingan internasional tanpa terkalahkan. Rekor ini menyamai Italia yang dibukukan sepanjang Oktober 2018 hingga Oktober 2021.

Jika mampu menghindari kekalahan di partai final sekaligus mengangkat trofi Piala Dunia 2026, praktis La Furia Roja mengukir sejarah dengan mencetak 38 laga beruntun tanpa kalah, melewati rekor Italia.

Kemenangan 2-0 atas Prancis di semifinal menjadi salah satu penampilan terbaik Spanyol sepanjang turnamen. 
Selain memastikan tiket ke final, hasil tersebut memperpanjang tren positif yang telah dibangun Luis de la Fuente sejak 2024.

Perjalanan tanpa kekalahan Spanyol tidak hanya terjadi di satu kompetisi. Rekor itu terbentuk dari berbagai ajang bergengsi, mulai dari UEFA Nations League, Euro 2024, hingga babak kualifikasi dan putaran final Piala Dunia 2026.

Pencapaian ini juga menandai kembalinya Spanyol ke partai puncak Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak sukses menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Kini, satu pertandingan lagi akan menentukan apakah generasi baru La Furia Roja mampu mengulang kejayaan sekaligus menciptakan sejarah baru.

Mampukah Lamine Yamal dkk menjuarai Piala Dunia 2026? Kita tunggu prediksi Mamak Alhadad. (Pin)