
Surabaya, Wirafokus.com – Sinema kembali menjadi jembatan diplomasi budaya antara Prancis dan Indonesia. Melalui Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya, rangkaian tiga inisiatif sinema digelar mulai 7 Februari hingga 1 April 2026 sebagai bagian dari penguatan kerja sama budaya bilateral kedua negara.
Program ini merupakan kelanjutan dari Deklarasi Borobudur sekaligus bagian dari perayaan Tahun Inovasi Prancis–Indonesia 2026, yang menempatkan sinema sebagai medium dialog lintas budaya, refleksi sosial, serta pertukaran perspektif kreatif.
Dorong Talenta Muda Lewat Sinema dan Animasi
Salah satu agenda utama adalah program pengembangan talenta muda melalui kemitraan dengan SAE Indonesia. Program nasional bertajuk “SAE ID High School Cinema & Animation Competition” ini menyasar pelajar SMA di berbagai kota, termasuk Surabaya, Bandung, Makassar, dan Jakarta.
Kegiatan meliputi workshop penulisan skenario dan dasar produksi film, kompetisi film pendek tingkat nasional dengan pendaftaran daring, hingga seleksi akhir dan acara penutupan yang akan digelar di Jakarta.
Workshop Visual Storytelling di IFI Surabaya
Sebagai bagian dari rangkaian acara, IFI Surabaya menggelar workshop bertema “Visual Storytelling in Media Practices” pada Sabtu, 7 Februari 2026. Workshop ini menghadirkan Ali Munandar, Head of Film Department SAE Indonesia, dengan materi “3 Acts & Thematic Resonance in Film & Animation”, serta Matheus Prayogo, Head of Animation Department SAE Indonesia, yang membawakan sesi “Visual Composition in Narrative”.
Malam Spesial Joko Anwar
Pengakuan terhadap sineas Indonesia juga menjadi sorotan utama melalui malam Spesial Joko Anwar yang digelar pada 12–13 Februari 2026 di IFI Surabaya. Acara ini merupakan respons atas penghargaan Chevalier de l’Ordre des Arts et des Lettres yang dianugerahkan Pemerintah Prancis kepada Joko Anwar pada November 2025 di Paris.
Dalam acara tersebut, IFI bekerja sama dengan Rapi Films menghadirkan pemutaran film Pengabdi Setan (2017) dan Pengabdi Setan 2: Communion (2022) dengan takarir bahasa Inggris. Kegiatan ini turut didukung oleh *Wira Sinema Agency* sebagai mitra kolaborasi di bidang pengembangan talenta film dan seni budaya.
Pertukaran Perspektif Lewat Film Pendek
Prancis–Indonesia
Rangkaian kegiatan ditutup dengan program La Fête du court-métrage yang berlangsung pada 31 Maret dan 1 April 2026 di IFI Surabaya. Program ini menghadirkan “Clermont-Ferrand Night” yang menampilkan film pendek Indonesia terpilih dari Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand 2026, serta French Shorts yang menyuguhkan karya-karya film pendek Prancis terkini.
Melalui rangkaian inisiatif ini, Prancis dan Indonesia menegaskan komitmen terhadap kerja sama budaya jangka panjang yang berlandaskan pertukaran, profesionalisme, dan kualitas artistik, sekaligus memperkuat posisi sinema sebagai ruang dialog global yang relevan dengan dinamika zaman. (WL/Fks)
