
Surabaya, Wirafokus.com – Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya sukses menggelar program spesial bertajuk Joko Anwar Nights dengan pemutaran film horor nasional “Pengabdi Setan” (12 Februari 2026) dan “Pengabdi Setan 2: Communion” (13 Februari 2026) di Auditorium IFI Surabaya. Kegiatan ini didukung penuh oleh Wira Sinema Agency yang menghadirkan konsep nobar imersif melalui penampilan cosplay karakter film horor.
Acara berlangsung meriah dan mencekam dengan kehadiran talent cosplay Wira Sinema Agency, yakni Sari, Tommy, Andi, dan Abdullah, yang berinteraksi langsung dengan penonton, menciptakan atmosfer horor yang lebih hidup dan berkesan. Selain itu, tim IFI Surabaya yang diwakili oleh Kemal dan Yogi turut memastikan jalannya acara berlangsung lancar dan profesional.
Direktur Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya, Vincent Padaré, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi kreatif ini. Ia menilai sinergi antara IFI Surabaya dan Wira Sinema Agency menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan perfilman nasional sekaligus memperkaya pengalaman sinema bagi masyarakat Surabaya.
“Kami sangat senang bisa menghadirkan program tematik seperti Joko Anwar Nights. Antusiasme penonton menunjukkan bahwa film horor Indonesia memiliki tempat istimewa di hati publik,” ujarnya.

Pimpinan Wira Sinema Agency, Wira Lina, menegaskan bahwa konsep nobar dengan elemen cosplay merupakan upaya menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih mendalam.
“Kami ingin penonton tidak hanya menonton, tetapi juga merasakan langsung atmosfer horor yang imersif dan berkesan,” ungkapnya.
Dengan konsep kreatif, dukungan lintas lembaga, serta antusiasme tinggi penonton, kegiatan “Joko Anwar Nights” di IFI Surabaya menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas film, institusi budaya, dan pelaku industri kreatif mampu menghadirkan event sinema berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem perfilman nasional.
Acara ini diharapkan menjadi agenda rutin yang terus mendukung promosi film Indonesia serta membuka ruang kolaborasi kreatif bagi sineas dan pelaku seni di Jawa Timur. (WL/Fks)
