
Surabaya, Wirafokus.com – Kerukunan keluarga di Sulawesi Utara Indonesia (K2SI) memang menjadi nilai yang sangat dijunjung, terutama ketika umat Kristiani merayakan Natal.
“Perayaan ini biasanya dimeriahkan dengan ibadah bersama, tukar‑kado, serta hidangan khas yang mempererat ikatan antar‑anggota keluarga,” terang Febe Frida Enoch /Poppy Ketua Umum K2SI, di kediamannya.
“Hal ini Sebagai wujud untuk merayakan dan menyatukan Keluarga Besar Sulawesi Utara yang berada di Indonesia terutama di Jawa Timur,,” jelasnya.
Jadi, di tahun 2025 K2SI Jawa Timur memang sudah punya sekitar 15 ribu anggota yang bersatu di bawah tema ” Bersama Kita Kuat”.
Secara statistik terhitung mulai tahun 2015, kurang lebih 25 ribu jiwa, anak taranak (jumlah jiwa) keturunan toar lumimuut orang-orang Manado Sulawesi Utara, di Seluruh jawa timur
Bunda Poppy yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Ekraf dan UMKM di FPK Jatim menyampaikan semangat kebersamaan itu dengan hangat.
K2SI merupakan perkumpulan yang sah & berbadan hukum
Ketua K2SI Jawa Timur, Pak Yordan, menambahkan bahwa jaringan mereka kini meliputi 18 kota di Jawa Timur dan 9 provinsi di seluruh Indonesia. Fokusnya bukan hanya memperkuat ikatan antar‑warga Sulawesi Utara di perantauan, tapi juga membantu saudara‑saudara yang terdampak musibah di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Bali gunung meletus, lombok ,Papua, Nabire, Palu, NTT, Kaltara, dan Jawa Timur, Lumajang, Malang dan sebagainya
Cabang yang hadir dalam perayaan natal, perwakilan dari cabang Bondowoso, cabang Tuban, cabang Probolinggo, cabang Malang, cabang Pasuruan, cabang Sidoarjo dan Surabaya
Bunda Poppy juga mengirimkan ucapan selamat Hari Natal kepada seluruh anggota K2SI di Indonesia dan Jawa Timur, serta menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan K2SI Probolinggo dan Bondowoso. Semangat kebersamaan ini memang menginspirasi banyak orang, apalagi bahasa dari kami ” Sitou timou tu mou, Kita Torang Basodara to” tutup Bunda Poppy. (Kij/ Fks)
