
Surabaya, Wirafokus.com — Semangat mencintai tanah air tidak hanya ditunjukkan lewat kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata. Hal inilah yang dilakukan oleh Charles E. Tumbel, pendiri sekaligus pencetus Komunitas Facebook Gerakan Cinta Tanah Air (GCTA). Putra dari seorang pejuang ini dikenal sebagai kolektor berbagai peralatan militer bersejarah yang berasal dari masa sebelum Perang Dunia I hingga Perang Dunia II.
Selama bertahun-tahun, Charles menyimpan lebih dari 100 koleksi peralatan militer di rumahnya, baik barang-barang peninggalan dari Alm. Ayahnya pada masa perjuangan di dalam mengusir penjajah dulu maupun yang didapatkannya sendiri.
Setiap barang memiliki kisah perjuangan tersendiri yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa menuju kemerdekaan. Namun, bagi Charles, nilai sejati dari benda-benda itu bukan sekadar koleksi pribadi, melainkan warisan edukatif bagi generasi penerus.
Dengan semangat tersebut, ia memutuskan untuk menghibahkan secara bertahap koleksi militernya ke Museum Tugu Pahlawan Surabaya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat, terutama anak-anak muda, dapat melihat langsung peninggalan sejarah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap perjuangan para pahlawan.
“Anak bangsa harus tahu dan menghargai perjuangan leluhur mereka. Barang-barang ini bukan milik saya saja, tapi milik bangsa,” ujar Charles dalam salah satu kesempatan.

Atas dedikasi dan kontribusinya dalam melestarikan nilai-nilai nasionalisme, Charles E. Tumbel pernah menerima penghargaan apresiasi dari Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya saat itu, pada tahun 2018.
Langkah Charles menjadi contoh bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan dengan berbagai cara termasuk menjaga, merawat, dan membagikan kembali jejak sejarah agar semangat perjuangan tidak pudar di hati generasi penerus.(Ais/Fks)
