Jember – 17/08/2017 Dihari kemerdekaan RI yang ke-72 ternyata masih ada yang belum bisa dikatakan merdeka, Sugiono(35) nasip yang menimpanya dari umur 26 hingga sekarang kaki dan tangan nya terpasung dengan rantai yang erat mengikat, guna menjaga agar tidak berontak sewaktu-waktu dikarenakan jiwanya yang terganggu awal kejadian bisa diceritakan oleh ibu Bati(60) yang sudah lama setia menunggu nya di saat sakit “sakitnya itu mendadak awal dari kerja bangunan 9 tahun silam yang terjadi dikarenakan melangkahi bekas makam nya anak kecil yang berakibatkan kesurupan” begitu kata ibu Bati,
Sempat juga di oprasi di Rumah Sakit dikarenakan kemaluan nya dengan sengaja di potong oleh dirinya sendiri menggunakan parang, dan dengan sebuah silet disebabkan karena kelainan jiwa, lebih anehnya lagi selama bertahun tahun makan makanan normal seperti orang lain nya, namun selama bertahun tahun tidak mengeluarkan kotoran atau buang air besar, pernah juga sempat mengalami mati suri yang sering disebut warga sekitar selama 1 jam lamanya, kejadiannya setelah diketahui meninggal semua mempersiapkan persiapkan pemakaman setelah di persiapkan segalanya dengan spontan warga kaget melihat Sugiono bangun dan meronta-ronta, dan masih banyak kejadian aneh yang sudah diceritakan oleh warga sekitar, ibu Bati hanya bisa pasrah dengan keadaan putranya yang semakin hari semakin parah saja. Yang bisa dilakukan hanyalah menunggu uluran tangan dan perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jember dan Pemerintah Pusat.
Beberapa tahun silam sudah ada beberapa wartawan lokal yang meliput dan memberitakan namun belum ada tanggapan dari berbagai instansi, warga dan keluarga berharap agar mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Jember, keluarga ini bisa dibilang sangat sederhana Ibu Bati yang keseharian nya membuka warung kecil yang hanya menjual minuman es dan rujak sayur, tepatnya di Jl Agus Salim RT : 001, RW : 017 Kecamatan puger, kab Jember. Kami dengan sengaja memberitakan masalah ini di media agar semua instansi dan Pemerintahan di kabupaten Jember bisa memperhatikan warganya yang masih belum bisa dikatakan merdeka dalam era kemerdekaan RI yang Ke-72. (Harika)
