― Advertisement ―

Pangdam I/BB Hadiri Pengungkapan 1.160 Paket Ketamine di Kapal Tanker Global 168

MEDAN,wirafokus.com— Aparat gabungan mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jenis ketamine yang diangkut kapal tanker Global 168. Sebanyak 1.160 paket yang masing-masing disebut berbobot sekitar satu...
BerandaPeristiwaBKKBN Jawa Timur Meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)

BKKBN Jawa Timur Meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau yang disebut Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), melalui perwakilan Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M.
Surabaya,wirafokus.com- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau yang disebut Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), melalui perwakilan Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., dalam konferensi pers menjelaskan,”bahwa pihaknya baru saja meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia atau disingkat GATI dan istilah bahasa Jawa adalah perhatian, jadi bagaimana ayah bisa memperhatikan pola asuh di keluarganya,” jelasnya.

GATI hadir sebagai gerakan moral dan sosial yang menekankan pentingnya kehadiran seorang ayah dalam mendidik anak-anaknya, dan menciptakan keluarga yang sehat secara emosional dan psikologis.

Dalam peluncurannya, GATI bersama kegiatan KB Metode Operasi Pria (MOP), atau vasektomi secara serentak di seluruh wilayah Jawa Timur. Dari 38 (tiga puluh delapan) Kabupaten/Kota dengan Program yang dilakukan, menandai keseriusan pemerintah dalam memperluas layanan reproduksi layanan kesehatan bagi pria.

“Saya berkesempatan tadi di Sidoarjo. Ada 14 akseptor, tapi yang bisa dilayani karena sesuatu hal terkait medis bisa 10 atau 11 orang. Target Jawa Timur untuk pelayanan KB itu 262, Insya Allah bisa untuk Jawa Timur dalam 2 hari ini,” tutur Maria, pada Senin (21/04).

Pelayanan KB MOP ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk komunitas dan influencer yang turut serta menjadi contoh bagi masyarakat luas.

Kehadiran staf ahli Kemendukbangga/BKKBN, M. Shohim Haris, turut memperkuat pelaksanaan program GATI. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi pondasi utama dalam pembangunan karakter bangsa.

“Karena semua berasal dari seperti yang dibilang bapak menteri tadi. Kalau keluarganya bahagia, ya Indonesia Insyaallah penduduknya bahagia. Salah satunya adalah soal keterlibatan ayah itu yang harus dilakukan,” jelas Shohim.

Lebih lanjut, Shohim menegaskan bahwa kehadiran ayah bukan hanya secara fisik, tetapi secara emosional dan psikologis.

“Kalau kita jarang ketemu anak, ya kita telepon. Sekarang ada video call. Jadi, tidak harus tiap hari di rumah. Tapi ada perhatian. Kedekatan itu bisa dibangun walau jarak jauh,” lanjutnya.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau yang disebut Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), melalui perwakilan Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., saat di wawancarai awak media.
GATI bukan sekadar program formal, melainkan gerakan sosial berbasis komunitas. Melalui perluasan jaringan komunitas, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya peran ayah dalam keluarga. Program ini tidak menghakimi kondisi ayah yang bekerja di luar negeri atau luar kota, melainkan mengedukasi pentingnya koneksi emosional dan komunikasi aktif.

“Gerakan ini penting bagi pembangunan karakter Indonesia ke depan. Ini semua dalam konteks mempersiapkan generasi emas 2045, bukan hanya secara fisik dan kesehatan, tetapi juga secara mental dan intelektual,” pungkas Shohim.

GATI hadir bukan untuk menghakimi peran ayah selama ini, tapi mengajak semua pihak untuk mulai bergerak dari komunitas, media sosial, hingga keluarga-keluarga kecil di seluruh pelosok negeri. Indonesia yang bahagia dimulai dari keluarga yang utuh, perhatian, dan seimbang antara peran ayah dan ibu.

Jika Anda adalah seorang ayah, kini saatnya menjadikan perhatian sebagai bentuk cinta tertinggi untuk anak dan pasangan. Karena dari kehadiran ayah yang teladan, generasi emas 2045 bisa kita wujudkan bersama. (dwiw)