
Surabaya, Wirafokus.com – Dijajaran pelukis Jawa Timur nama Harun Syahbani (63) kelahiran Jakarta yang akrab dipanggil Harun hingga kini masih konsisten menggeluti lukisan Abstrak yang ia namai Abstrak Figuratif.
Pengakuan Harun pada karyanya banyak mengambil tema religiusitas karena pengembaraan Harun pada karya sastra dan musikalisasi. Harun tak terpengaruh dengan gegap gempita gemuruh pasar seni lukis di tanah air.
“Saya ini selama lima dekade hingga sepuluh tahun menciptakan pasar tersendiri. Ribuan lukisan sudah saya lahirkan,” ungkap Harun yang kini tinggal di Gang Kenikir Indah 20 Buniayu Malang.
Konsep penemuan abstrak Figuratif sejak tahun 80 an, Harun mengungkapkan lukisan adalah basaha roh, ungkap, pikir, rasa dan renungan alam yang indah dan hidup tertata. Harun mengatakan seniman harus mampu mengikuti pergulatan zaman yang kini tergerus digitalisasi.
Harun mengawali pameran nya sejak tahun 1979 hingga kini. Baik bersama maupun tunggal di kota-kota besar di Indonesia diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Banyuwangi dan Bali. Lebih lanjut ucap Harun, ia menggelar pameran tunggal hingga 9 kali dan 200 lebih pameran bersama.
“Saya mengembangkan konsep abstrak Figuratif untuk dikembangkan anak cucu,” ucap pelukis berperangai pendek rambut gondrong memutih.
Harapan Harun pada karya nya kelak akan tercipta karya terbesar berukuran 10 meter. Selama ini ia berusaha mencari rekanan yang berminat kerjasama untuk mewujudkan impian nya. (Jup/Fks)
