― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaSosial & BudayaFilm Ludruk " FILUD " Karya Srikandi PARFI Jatim

Film Ludruk ” FILUD ” Karya Srikandi PARFI Jatim

SURABAYA ; Wirafokus.com.

Sosialisasi Keprihatinan terhadap Bahaya Narkoba di berbagai kalangan masyarakat,terutama Regenerasi anak bangsa sangat menyentuh ketua ” PARFI Jawa Timur ” Wira Lina ” selaku Pimpinan Produksi pembuatan Film Ludruk (FILUD).
Menurut keterangan ketua PARFI Jatim pada pers releas (4/08/17),di kantornya,Tidar Mas Sguare blok A-11 jalan Tidar no.308-310 Surabaya.
Beberapa hal yang mendasari Pembuatan film Ludruk ini di gelar
dalam SIPNOSIS Film Ludruk (FILUD)
sebagai berikut :
Bos Narkoba 1 ( cak momon),Bos Markoba 2 ( Cak Hengky Kusuma),
Preman Narkoba( momon Gondrong ).

Pada suatu hari ketika, maraknya peredaran narkoba di indonesia dan banyaknya korban berjatuhan , sehingga bikin gerah ibu ibu rumah tangga khususnya serta kwatir akan mempengaruhi kehidupan jiwa anak bangsa menjadi rusak.
Permasalahan itu akhirnya di sikapi dan mereka sepakat melakukan perlawanan atau perang terhadap peredaran narkoba,begitu juga para ibu yang sudah piawai mengunakan senjata siap melakukan perlawanan terhadap Bandar Narkoba.
Muncullah seseorang yang bernama Wira ,adalah seorang ibu (srikandi)
Yang berinisiatif masuk kesarang Bandar Narkoba untuk menjadi bagian dari anggota geng mereka, dan selalu membocorkan setiap transaksi yang dilakukan oleh mafia narkoba kepada srikandi yang lain .
Na’as,bandar Narkoba mengetahui aksinya dan Wira disiksa serta akan dihabisi,namun muncullah para srikandi yang lain untuk membebaskannya.
Durasi pembuatan Filn ini sekitar 90 menit.
Sekilas cuplikan dari Film Ludruk (FILUD ) garapan srikandi Jatim.
Dengan melibatkan sekitar 25 pemain ( Tuty Kusnindar,Ayu Ray ,Rossa,wulan,Erna Meliza,Karina,
fifi,imela,Astuti,Feny,Heny,Deny)

Disadari atau tidak,terjadi polarisasi di dalam dunia seni peran indonesia,setelah film film luar negri menjadi favorid dimata pemirsa film baik layar lebar,TV,maupun media sosial lainya.
Peniruan terhadap aksi-aksi film dari luar yang digemari oleh pemirsa bukan lagi sebuah ketabuan yang mestinya menjadi gengsi citra para kreator film.

Beruntung di indonesia masih mempunyai ” Garin Nugroho ,Rere Reza,Hanun Brahmantio,yang gigih menawarkan spesifikasi peran dan prilaku Action Kebangsaan dalam Film Filmnya.

Fenomena Dunia kini di gengaman ( Gedjed,Android,Hp yang mana langsung mendekatkan antar manusia ,namun juga dapat menjahukan bahkan merusak moral serta mental sebuah regenerasi,haruslah disikapi secara arif oleh para insan perfilman sehingga terdapat perimbangan informasi terhadap berbagai tayangan yang merugikan .

Indonesia dengan Pancasila dan Kebhinekaan adalah rahmat Tuhan Yang Maha Esa,oleh karenanya ,menjaga serta melestarikan adalah sebuah kewajiban bagi siapapun anak bangsa ,khususnya insan Film.

Kesenian Ludruk sebagai kekayaan harta benda bangsa indonesia,khususnya rakyat jawa Timur adalah potret atau replika tipologi masyarakat Jawa Timur yang terbuka,Gotong Royong, dan memiliki jiwa Patriotik serta Nasionalisme yang tinggi.

Menawarkan wacana dalam dunia kesenian di indonesia umumnya khususnya per-filman .
Tentang berbagai kemungkinan disatukanya pangung seni dan film dalam sebuah pagelaran .
Pembuatan Film Ludruk ( FILUD) ini juga di prakarsai oleh “Gus ipul,shabandar pelabuhan ,ketua PWI,BNNP,BNNK,DISBUDPARIWISATA Jatim,Satu Langit XIRO,Taman Budaya jatim,Rachmad Lowyer,Dahlan Iskan,KAPOLRESTABES Surabaya.
Serta banyak melibatkan Aktor dan Artis PARFI Jatim.
Wira Lina ( Pimpinan Produksi ),Dessy ( sekretaris ),Reny (brndahara),Wahyu ( bagian umum)

MEIMURA ( sutradara 1 ) ,HEYRO ( sutradara 2 dan Cameramman),Musa (camraman editor),Ilhamj,Baday,
Deden Irawan,Momon Gondrong( Property) Syahlan Husein (Consultan Produksi) Penggagas dan penulis Cerita ( Meimura ).
Rencana Film Ludruk (FILUD) akan ditampilkan di Taman Budaya Genteng ( Cak Durasim ) surabaya.

( Red/tim )