
Surabaya, Wirafokus.com – Penantian Surabaya untuk merebut gelar juara Pekan Olahraga Provinsi VIII/2023 (PORPROV) dari cabang olahraga panjat tebing terwujud. Kepastian tersebit didapat setelah merebut emas terakhir untuk kategori mix olympic yang dilaksanakan di kompleks lapangan KONI Jatim, Sabtu (16/9/2023).
Pasangan pemanjat Surabaya, Ryan Alfiandi dan Virgirina Salja Nafisah mengungguli atlet asal Gresik Antasyafi Robby Al Hilmi dan Alma Ariella Tsany yang berhak medali perak. Sedangkan perunggu diraih pasangan pemanjat asal Kota Probolinggo Sisilia Putri Kusuma dan Bibin Hidayat.
Perebutan medali terakhir Porprov cabor panjat tebing tidak mengubah klasemen. FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Surabaya kokoh dipuncak klasemen dengan total poin 37 poin, disusul Gresik 31 poin, dan Kota Probolinggo 19 poin untuk mengisi tiga besar.
Sementata Kota Blitar dan Kota Kediri melengkapi lima besar, setelah sama-sama memiliki sembilan angka. Bedanya, kota Blitar mengoleksi tujuh keping medali, kendati tidak merebut emas. Sedangkan Kota Blitat di urutan kelima, lantaran mengoleksi dua emas dan satu perunggu.
Ketua FPTI Surabaya, Moch Efendi tidak bisa menutupi kebahagiaannya. Ia mengaku bangga dengan jerih payah anak didiknya. Terlebih sepanjang oerebutan medali Porprov, Surabaya selalu berada di posisi teratas.
“Alhamdulillah, berkat doa semua rekan-rekan dan warga Surabaya. Hal terpenting adalah perjuangan seluruh atlet Surabaya, yang optimis bisa memberi yang terbaik” kata Efendi.
Ia menambahkan jika kemenangan ini sangat penting bagi FPTI Surabaya. Sebab, dalam beberapa edisi Porprov, Surabaya selalu di bawah bayang-bayang Gresik. Termasuk dalam dua edisi Porprov terakhir yang selalu dimiliki Gresik.
Kriwul, sapaannya, menegaskan bahwa kunci keberhasilan kali ini ada pada perbaikan mental. Ia meminta seluruh atlet yakin bisa merebut medali di setiap kategori. Hal ini yang membuat hampir seluruh atlet merebut medali, emas, perak, maupun perunggu.
“Kalau soal latihan, saya kira semua daerah punya metode yang sama. Persoalan ada pada mental yang perlu diperbaiki. Inilah salah satu kunci paling penting pada Porprov kali ini,” Kriwul menambahkan.
Sementara itu, juara bertahan FPTI Gresik sejak awal memang tidak memiliki ambisi juara. Hal ini disampaikan sehari jelang lomba yang disebabkan banyak atlet yang baru naik kelas.
“Kondisi FPTI Gresik saat ini beda dengan tahun lalu, karena tahun ini banyak atlet kami yang minim jam terbang, dan banyak yang masih belia,” ungkap Sekretaris Umum FPTI Gresik, Sofyan Ats Tsauri. (Red/Fks)
