Ket foto : Untag Surabaya menjadikan kampung Jambangan sebagai kampung binaan yang tanggap terhadap kebakaran
Surabaya, wirafokus.com – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya membuat kampung binaan di Kota Surabaya. Kampung ini bernama ‘Kampung Tanggap Kebakaran’ yang berada di Geblak Kelurahan Jambangan, Surabaya.
Program Kampung Tanggap Kebakaran ini diinisiasi oleh dosen Untag Surabaya, Febby Rahmatullah Masruchin beserta dua dosen lainnya yang tergabung dalam Pusat Studi Kebencanaan dibawah Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya. Dalam penandatanganan MoU Kerjasama dan peresmian kampung, Camat Jambangan-Anita Hapsari, turut serta menghadiri kegiatan.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada Untag Surabaya atas program ini,” kata Camat Jambangan, Anita Hapsari.
Anita mengatakan, banyak masyarakat yang belum teredukasi dalam menghadapi kebakaran. Ini akan cukup membahayakan mengingat kondisi kampung yang cukup padat. Selain itu, kondisi kampung yang berada dekat dengan sungai tidak dimanfaatkan dengan baik oleh warga saat menghadapi kebakaran. Karenanya, ia sangat mendukung kegiatan sosialisasi yang terlaksana.
“Kegiatan ini sangat perlu sekali,” ungkapnya. Ia berharap program Kampung Tanggap Kebakaran ini bisa terlaksana bukan hanya dalam skala kecil di Kampung Geblak saja, melainkan pada masyarakat Kampung Jambangan yang lebih luas.
Sementara itu, Febby menjelaskan, Kampung Tanggap Kebakaran ini merupakan gagasan untuk mempersiapkan masyarakat memiliki ketangguhan saat bencana terjadi. “Kami dari Pusat Studi Kebencanaan Untag Surabaya mencoba membantu pemerintah dan masyarakat terkait kebencanaan, khususnya Surabaya,” katanya.
Selain melakukan penandatanganan kerjasama, juga dilakukan sosialisasi dan simulasi terkait bencana kebakaran. Warga diberikan pengetahuan terkait pencegahan, pertolongan pertama saat proses pemadaman hingga pasca kebakaran.
Febby menyatakan, pihaknya memberikan alat-alat pemadam kebakaran yang berupa pompa portable, selang dan nozzle di beberapa titik rumah warga dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). “Alat pompa portable disesuaikan dengan kondisi kampung, jadi gang sempit pun bisa,” paparnya.
Selain itu, Febby juga memberikan media edukasi berupa buku panduan, pamflet, poster dan spanduk serta media komunikasi berupa megaphone dan kentongan. “Sosialisasi dan simulasi dilakukan menggunakan perekaman video yang selanjutnya diberikan kepada semua warga melalui whatsapp group Kampung Tanggap Kebakaran, sehingga tidak mengundang kerumunan massa namun tujuan pengabdian tetap tercapai,” ujar dia.
Mujiono, perwakilan warga Kampung Geblak RT 5 RW 3, Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan Surabaya juga turut mengucapkan terima kasih atas program dari Untag Surabaya. “Kemarin kami juga sudah mencoba menggunakan alatnya bukan hanya untuk program kebencanaan melainkan penyemprotan disinfektan, penyiraman tanaman dan biopori jumbo untuk mengantisipasi apabila ada kejadian kebakaran yang jauh dari bantaran. Alhamdulillah efektif dan sangat membantu,” ungkapnya.(ardliyanto)
