― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimGelar Rapim, PKS Jatim Fokuskan Penanganan Covid-19 dan Dampak Sosial Ekonomi

Gelar Rapim, PKS Jatim Fokuskan Penanganan Covid-19 dan Dampak Sosial Ekonomi

Ket foto : Ketum DPW PKS Jatim Irwan Setiawan

Surabaya, wirafokus.com- Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur melaksanakan Rapat Pimpinan via daring (online), Sabtu (4/5/2020). Rapat tersebut dipimpin Ketua Umum DPW Irwan Setiawan dan diikuti oleh seluruh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari 38 Kabupaten/Kota se-Jatim.

Irwan Setiawan pada awal sambutannya menanyakan kabar para pengurus dan kader se-Jawa Timur. “Alhamdulillah laporan dari seluruh ketua DPD, para pengurus dan kader dalam kondisi sehat dan mematuhi protokol Covid-19 sebagaimana arahan partai,” kata Irwan Setiawan, Minggu (5/4/2020).

Rapim dengan agenda tunggal berupa penanganan dampak Covid-19 itu diawali dengan paparan aksi Genta (Gerakan Tanggap Bencana) Covid-19 di masing-masing DPD.

“Semuanya melaporkan sudah melaksanakan aksi berupa mitigasi pengurus dan kader, pemberian bantuan APD kepada tenaga medis, dan penyemprotan desinfektan terutama untuk tempat ibadah, pesantren, dan sekolah. Kami ingatkan bahwa untuk setiap aksi agar melaksakan protokol pencegahan dengan ketat,” terang Irwan.

Selain aksi mandiri, rapim juga menyepakati untuk mengawal kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam penanganan wabah ini.

“Kita sepakat perlu komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah. Terutama melalui anggota DPRD. Pertama, agar pemda memberi perhatian kepada keamanan dan keselamatan tenaga medis dengan mencukupi kebutuhan APD dan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Kedua, lanjut dia, mengkaji opsi karantina wilayah bagi 21 daerah yang menjadi zona merah. Ketiga, melaksanakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan warga yang terdampak langsung secara ekonomi seperti para pekerja di sektor informal dan UMKM.

“JPS Daerah berupa bahan pokok atau BPNT atau skema lainnya, harus segera dilaksanakan,” tegas pria yang akrab disapa Kang Irwan itu.

Untuk melaksanakan tiga poin besar tadi, menurut Kang Irwan, perlu ada realokasi APBD. Karena itu pihaknya sepakat mendorong seluruh pemda di Jatim melakukan realokasi APBD bukan hanya dari pos belanja pegawai seperti kunker dan lain-lain, tapi bisa yang lebih fundamental.

“Jika perlu anggaran pembangunan fisik dialokasikan untuk upaya penanganan wabah ini. Pemprov misalnya, sudah alokasikan 2, 384 triliun rupiah. Ini perkembangan bagus dari sebelumnya yang hanya 260 miliar rupiah. Kami tugaskan kepada anggota DPRD dari PKS untuk melakukan pembahasan lebih lanjut bersama Pemprov agar dana ini dapat tepat sasaran,” paparnya.

Dalam rapim tersebut juga dilaporkan oleh para Ketua DPD perihal para anggota dewan dari PKS di masing-masing daerah yang sudah melakukan potong gaji yang dialokasikan untuk aksi Covid-19.

Di sesi akhir, rapim menyepakati untuk terus mengintensifkan edukasi “stay at home” guna mencegah semakin meluasnya wabah. Selain kepada kader dan pengurus partai hingga tingkat DPC (kecamatan) dan DPRa (desa/kelurahan), juga kepada masyarakat luas, terutama yang berada di zona merah.

Di samping karantina mandiri dengan “stay at home”, menjaga kesehatan dan kebugaran, juga membangun semangat saling membantu untuk mengatasi dampak sosial ekonomi akibat wabah corona ini.

“Semangat kebersamaan, ukhuwah islamiyah, serta kegotongroyongan yang menjadi ciri masyarakat kita, menjadi modal sosial bagi kita untuk keluar dari situasi ini,” pungkas Kang Irwan. (pin)