― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaOpiniMERAJUT PEREKONOMIAN NUSANTARA, DENGAN MENEKUNI KREATIVITAS PEMUDA

MERAJUT PEREKONOMIAN NUSANTARA, DENGAN MENEKUNI KREATIVITAS PEMUDA

oleh : Irfan Ibnu

Surabaya, wirafokus.com – Setapak perekonomian Indonesia dari masa ke masa cenderung bersifat datar hingga menurun. Semuanya tergantung dari setiap era kepemimpinan petinggi bangsa, yang menentukan arus sistem perokonomian negara. Tentunya menteri ekonomi beserta staf ahlinya, bertugas sebagai konsultan presiden dalam memutuskan kebijakan perekonomian. Akan tetapi kematangan sistem ekonomi suatu negara, merupakan hasil racikan dari ide dan gagasan yang menilai bahwa ekonomi tidak hanya sebatas nilai transaksi, melainkan sebagai penopang antara rugi-labanya devisa negara. Membudidayakan eksoprtir barang dan paradigma bangsa akan produk-produk lokal, merupakan rumusan masalah utama yang seharusnya menjadi bahan kajian nomor wahid bagi pemerintah saat ini. Bukannya terus berusaha memutar otak untuk merumuskan sebuah keputusan. Seaharusnya Indonesia layak menjadi lahan pasar produk-produk asing. Oleh karenanya pemerintah janganlah mengeluh dalam menentukan keputusan awal, bilamana mayoritas penduduk Indonesia mengadopsi gaya hidup konsumtif terhadap produk asing. Bukan hanya kebutuhan sekunder dan tersier yang berlebel asing, hingga kebutuhan memenuhi karsanya sangat tergantung pada wilayah diluar kediaman ibu pertiwi.

Sejak Dari Nenek Moyang

Pemikiran kreatif terbukti sudah menjamur pada massa nenek moyang bangsa Indonesia. Hasil kerajinan yang berbau kesenian, mulai dari bahan tenun sampai pahat logam maupun kayu, merupakan buah keahlian mereka terhadap ketekunan dan kerajinan menghiasi nilai keestetikaan peradaban Indonesia. Yang sangat layak untuk diwariskan. Seperti, terdapaat lirik salah satu lagu band Koes Plus yang bersenandung “tongkat dan batu bisa jadi tanaman”. Tuhan memberikan segalanya untuk makhluk di bumi ini, tergantung bagaimana cara kita (hamba-Nya) mengelolanya. Bahkan sehebat apapun kita, tidak akan bisa merubah imajinasi untuk menjadi nilai tukar tinggi. Maka dari itu, kita harus wajib menjaga dan sekaligus terus mengembangkan terapan kreatif anugerah warisan nenek moyang. Kearifan lokal dari Sabang sampai Merauke menjamu tahap peningkatan keahlian sumber daya manusia. Sayangnya, hasil produk kreatif nenek moyang, hampir keseluruhan masih belum memijak sub ekonomi ekspor. Mereka hanya menggantungkan nilai tukar dari wisatawan lokal maupun tengkulak asing. Ideologi kreatif dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, juga diterapkan oleh Sunan Kali Jaga yang kerap kali mengamalkan praktek dakwah kreatifnya. Terciptanya karya – karya kidung merupakan salah satu peninggalannya yang paling berarti, terutama bagi filosofi kehidupan (masyarakat Jawa) hingga saat ini.

Budidaya Makhluk Kreatif

Selamat menghirup udara segar di-era fantasi. Masa, dimana pemuda mendapatkan hak lebih untuk memerdekakan ideologi kreasinya. Bebas merangsang kinerja otak kanan, bahwa gagsan kreatif akan menjadi pondasi pemikiran umum. Tentunya ide kreatif merupakan penyeimbang, seiring berlabuhnya pemikiran yang selalu mengutamakan matrealis dalam keseharian. Memang tidak dapat dipungkiri, populasi manusia kreatif mulai menjauh dari titik kepunahan. Berideologi bebas dan melampauinya, merupakan panutan apik yang wajib diasumsi dalam mindset generasi muda Indonesia. Selayaknya pemuda nusantara kaya akan inofasi, kreasi, dan ekspresi guna memberi arahan terhadap perkembangan perekonomian Indonesia yang dinilai masih dini dan redup. Kini mulai tumbuh secara prematur, pasca krisis ekonomi pada akhir 90an. Syndrome tersebut membuat pemangku negara terus memacu kepiawaian pemuda Indonesia, untuk berparadigma mengedepankan ide dan gagasan.

Iklim dunia bisnis di Indonesia cenderung mengalami jauh dari titik bias. Seiring meluapnya perekonomian yang selalu mengedepankan konsep gagasan dan ide, sangat berdampak positif bagi nilai ekspor. Tentunya citra identitas bangsa Indonesia terbingkai dengan nilai estetika maksimal dalam segi internasional . Disamping itu, dampak sosial dari ekonomi kreatif meningkatkan kualitas keahlian sumber daya manusia. Bukankah sangat dibutuhkan pemuda kreatif dalam membangun bangsa ?

Untukmu wahai pemuda Indonesia, dianjurkan agar selalu menerpakan hasil dari pemikiran otak kanan. Tingkatkan kepiawaian ide dan gagasan. Dalam menghirup udara kebabasan setiap langkahmu. Menghasilkan ide merupakan hal yang wajib untuk kemajuan bangsa. Bulatkan tekad prinsisp hidup, ide kreatif adalah modal utama kemajuan bangsa kita.(*)