― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPolitik dan PemerintahanBerkarakter Fighter Yang Dimliki La Nyalla Layak Untuk Maju DPD RI

Berkarakter Fighter Yang Dimliki La Nyalla Layak Untuk Maju DPD RI

Surabaya, wirafokus.com – Pengamat ekonomi pembangunan Jatim Hadi Prasetyo menilai sosok Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti sangat layak mencalonkan maju DPD RI asal Jatim. 

“Setelah melalui beberapa pemilu, pada umumnya orang makin skeptis terhadap nama-nama calon anggota DPR RI karena lebih merefleksikan perwakilan partai dan politik praktis. Sebagai gantinya, banyak masyarakat mulai mengharapkan DPD RI menjadi saluran aspirasi masyarakat untuk mempercepat kemajuan dan kemakmuran sosial-ekonomi daerah,” tegasnya , Senin (12/3/2018).

Hal ini karena menurut UU, DPD memiliki fungsi terkait bidang otonomi daerah, hubungan pusat-daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah. Serta, pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi lainnya. Juga, perimbangan keuangan pusat dan daerah.

Hadi yang merupakan praktisi senior pembangunan daerah, mantan birokrat (7 tahun sebagai Kepala Bappeprov dan 6 tahun sebagai Asisten Ekonomi Pembangunan Pemprov Jatim) memberikan jaminan akan figur La Nyalla.

“Mengacu pengalaman saya sebagai mantan birokrat senior bidang perencanaan dan pembangunan daerah selama hampir 15 tahun, saya berani katakan bahwa Mas La Nyalla sangat kapabel untuk menjadi anggota DPD,” tukasnya. 

Bahkan dirinya menggarisbawahi DPD perlu sekali orang berkarakter fighter seperti La Nyalla untuk mendinamisasi fungsi peran DPD-RI yang selama ini kurang terlihat perannya. Ini karena kebijakan pembangunan saat ini lebih bernuansa interest partai dan juga sangat sektoral yang didominasi oleh anggota DPR-RI serta komisi-komisi di DPR-RI. Isu-isu kedaerahan sangat kurang. 

Contohnya, kata Hadi, persoalan kemacetan jalur poros Surabaya-Malang khususnya ruas Purwosari-Lawang-Singosari sampai Kota Malang dan Batu yang sudah bertahun-tahun dan makin parah, tidak ada kemajuan penanganannya. Padahal, itu jalan nasional dan sekaligus memberikan kontribusi ekonomi triliunan rupiah kepada Malang Raya. 

“Lihat saja data statistik. Yang berkunjung ke Malang Raya dari seluruh Indonesia itu bisa mencapai 14-15 juta orang per tahun. Demikian pula halnya dengan masih banyak isu-isu pembangunan lintas daerah yang harus diatasi seperti Surabaya-Sidoarjo, Madura, Pantura, Kepulauan Sumenep, Jalur Selatan Jawa Timur,” paparnya.

La Nyalla sejak tahun 2011 telah membuat gebrakan membuka Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi di Indonesia. Jawa Timur merupakan satu-satunya provinsi yang mempunyai visi dan inisiatif untuk mendukung kinerja ekonomi nasional melalui peningkatan perdagangan dalam negeri (antar provinsi antar pulau). 

Pada awal pembentukan KPD-KPD itu, total transaksi perdagangan antar pulau masih sekitar Rp 400 triliun per tahun, saat ini sudah hampir Rp 1000 triliun dan memberikan surplus perdagangan bagi Jatim rata-rata sekitar Rp 100 triliun per tahun.

“Saya kira sudah sepantasnya DPD RI harus memberikan perhatian tentang konsolidasi pembangunan antardaerah. Jangan dipikir kalau ekonomi Indonesia maju itu hanya karena Jakarta dan peran orang-orang pusat. Itu tidak benar. Peran kinerja provinsi-provinsi sangat signifikan dan itu harus diakui dan diperhatikan,” imbuhnya. 

Dirinya menjamin La Nyalla adalah orang yang tepat dan berdedikasi. “Saya tahu betul dia. Dan, saya bersahabat lama dengan dia.  Saya tahu hatinya dan semangatnya. Semoga beliau bisa menjadi salah satu anggota DPD RI dari perwakilan Jatim,” pungkasnya. (red/kj)