Surabaya, wirafokus.com – BNN (Badan Nasional Narkotika) Kota Surabaya kembali berhasil menangkap 2 pengedar Narkoba jenis pil LL (dobel LL) dari tempat yang berbeda. Dari penangkapan petugas berhasil mengamankan barang bukti 588 ribu pil koplo, penangkapan para tersangka bermula dari penangkapan pecandu narkoba.
Dari penangkapan, BNNK juga mengamankan pengedar atas nama IZE (43) serta menyita barang bukti berupa 88 bungkus plastik. Masing-masing kemasan berisi pil dobel L sebanyak 1000 (seribu) butir.
Selain itu, petugas juga menyita dompet berisi KTP, 3 unit Handphone merk Samsung dan 2 unit merk Asus, 1 buah kalung emas dan jam tangan, serta sepeda motor Honda Vario warna hitam dengan Nopol L 2602 D.
Dari hasil penangkapan tersangka IZE BNNK selanjutnya dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap penggedar lainnya yakni IS (29). Dia kedapatan membawa barang bukti berupa 5 dus pil doubel L. Setiap dus berisi 100 bungkus plastik dan setiap plastik berisi 1000 butir pil dobel L. Dengan begitu, terdapat 500 ribu butir pil koplo.
Barang bukti lain yang disita darii tersangka IS, meliputi, 1 buah dompet dengan uang tunai Rp 304 ribu, KTP, SIM, ATM BCA, 1 buah tas warna hitam , 1 unit mobil Subaru warna hitam dengan nopol L 1978 DB dan STNK mobil, serta 3 unit handphone merk Samsung, Andromax 4G LTE dan Lenovo.
“Hasil ungkap ini dilakukan lantaran banyaknya laporan peredaran pil LL yang sangat meresahkan warga Surabaya,” kata Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Suparti, Sabtu, (10/03/18).
“Peredaran pil koplo ini menyasar para pelajar. Khusunya di Surabaya,” ujar mantan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya.
Suparti juga menambahkan, bahwa ratusan ribu pil koplo itu dipasok oleh pemain lama di Jakarta. Untuk mengindari endusan petugas, pengiriman menggunakan jalur darat dan jalur laut.
Dalam rilis tersebut juga hadir Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. Bambang Budi Santoso.
“Keberhasilan ini patut kita apresiasi kepada BNN Kota Surabaya atas prestasi yang telah berhasil menyelamatkan generasi muda dengan menangkap para pengedar pil dobel L ini,” kata Bambang.(red/tim)
