
Peristiwa tersebut dipicu hujan lebat berintensitas tinggi pada Minggu (1/11/2026) yang menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap dan merusak sejumlah bagian jembatan. Kejadian ini juga menjadi perhatian masyarakat setelah rekamannya beredar melalui media sosial TikTok.
Menurut salah satu warga sekitar, mengatakan,”Akibat luapan air, pagar pengaman atau railing jembatan patah pada beberapa bagian. Selain itu, pelinggih mengalami kerusakan akibat tanah penyangga di bagian bawah terkikis dan longsor. Tumpukan sampah serta kayu berukuran besar juga ditemukan di bawah jembatan sehingga menghambat aliran air,”jelasnya.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu akses dan mobilitas masyarakat antara kedua desa. Untuk mengantisipasi kecelakaan, jembatan sementara tidak disarankan dilalui selama debit air masih tinggi.
Diperlukan penanganan segera oleh instansi terkait, meliputi pemeriksaan kondisi konstruksi, pembersihan material yang menyumbat aliran sungai, serta perbaikan bagian jembatan yang rusak guna menjamin keselamatan masyarakat. (AryA.N)
