Surabaya,wirafokus.com- Sudah Jatuh tertimpa tangga Pula, ini yang dialami Ryan Buruh kecil di Surabaya, ini kasus klasik Dengan adanya Perjanjian Rental di Surabaya yang modusnya tahan jaminan melebihi kerugian dan juga Ryan Si penyewa mengalami Musibah Laka dengan mobil sewanya.
Adanya Kronologi Hukum Kasus Ryan vs Rental Nginden Surabaya:
1. Posisi Awal Rental Di duga sudah Salah Besar.
Rental menahan 2 jaminan sekaligus: Sepeda motor + BPKB. Ini sudah melanggar UU Perlindungan Konsumen.
Dalam perjanjian sewa rental mobil / motor yang sah, jaminan itu HANYA 1. Kalau sudah tahan sepeda motor, tidak boleh tahan BPKB. BPKB itu surat berharga, menahan BPKB = ada indikasi jaminan fidusia liar.
2. Laka Tunggal di Sidoarjo:
Mobil / motor sewa laka tunggal. Kerugian rental minta diperbaiki Rp 15 juta. Ini WAJAR jika memang ada kerusakan. Ryan sebagai penyewa WAJIB tanggung jawab perbaikan (Pasal 1365 KUHPerdata).
TAPI…
3. Rangga Minta Tebusan Rp 5 Juta Untuk Ambil Motor Jaminan:
Ini yang jadi pidana.
Sepeda motor milik Ryan yang ditahan di garasi perumahan mewah Nginden Surabaya itu adalah *milik Ryan, bukan milik rental. Rental hanya berhak menahan sebagai jaminan, bukan menyita.
Kalau Rangga bilang: “Silahkan bayar 5 juta baru motor boleh ambil” – sementara biaya perbaikan belum ada kesepakatan / belum ada putusan – maka ini masuk:
– Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan:* Memaksa orang menyerahkan uang dengan ancaman menahan barang
– Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan: Menguasai barang orang lain secara melawan hukum
– Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan
Apalagi Rangga bilang dengan arogan “saya siap jalur laporan di Polrestabes” sambil senyum meremehkan hukum – ini bisa jadi pemberat, menunjukkan itikad tidak baik.
Dan Ryan sudah 5 bulan nganggur karena motornya ditahan, diancam cerai istri. Ini kerugian immateriil yang bisa dituntut.
> “Telah terjadi dimana terlapor Ambar pemilik rental di Perumahan Nginden Surabaya, yang di wakilkan saat wawancara beberapa media. Telah menahan 1 unit sepeda motor milik pelapor beserta BPKB selama 5 bulan dan meminta tebusan Rp 5.000.000 agar sepeda motor bisa diambil, padahal sepeda motor tersebut adalah milik pelapor dan tidak ada kaitannya dengan objek sewa yang laka”
– Kwitansi sewa rental
– Foto STNK/BPKB motor Ryan yang ditahan.
–
LANGKAH 3: Mediasi Win-Win Solution (Solusi yang Adil)
1. Motor dan BPKB Ryan wajib dikembalikan dulu hari itu juga tanpa bayar 5 juta
2. Biaya perbaikan laka Rp 15 juta tidak langsung dibayar tunai. Buat perjanjian bersama di hadapan B2P3 dan Polsek: Ryan cicil Rp 500rb-1jt per bulan sesuai kemampuan, karena Ryan baru dapat kerja
3. Jika rental tidak mau, maka B2P3 bantu Ryan gugat perdata balik rental ke PN Surabaya atas dasar Perbuatan Melawan Hukum menahan barang orang lain hingga korban 5 bulan nganggur dan rumah tangga terancam cerai – bisa tuntut ganti rugi Rp 50 juta.
Di era Presiden Prabowo yang tegas soal keadilan untuk rakyat kecil, gaya arogan “saya siap jalur hukum” sambil tahan motor orang 5 bulan itu justru blunder. Terkait Laporan Polrestabes Surabaya, prosesnya surah midik mas, ujar Fahri salah satu anggota Tipidter Polrestabes Surabaya. (Kiky)
