― Advertisement ―

Materi itu Sedang Dijawab Oleh Mahasiswa

Oleh: Gus Bahar Halim Mahfudz ​Ada satu pemandangan yang amat karib sekaligus merisaukan dalam lanskap kehidupan modern belakangan ini. Di berbagai pelosok penjuru dunia, gelombang...
BerandaPeristiwaDitemukan Mayat Laki-Laki didepan Toko Madura Banjarkemantren Buduran Sidoarjo

Ditemukan Mayat Laki-Laki didepan Toko Madura Banjarkemantren Buduran Sidoarjo

Agus Susanto, 42, ditemukan meninggal dunia di tepi Jalan Raya RM Mangundiprojo, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Senin (26/10) dini hari
SIDOARJO,wirafokus.com- Rekaman kamera CCTV mengungkap detik-detik sebelum Agus Susanto, 42, ditemukan meninggal dunia di tepi Jalan Raya RM Mangundiprojo, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Senin (26/10) dini hari.

Sebelum ditemukan tergeletak, pria tersebut terlihat berjalan sendirian dengan kondisi sempoyongan.

Hasil penelusuran rekaman CCTV Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo di sekitar Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) Avian Buduran, sekitar 100 meter di selatan lokasi kejadian, menunjukkan Agus melintas pada pukul 01.19.

Dalam rekaman tersebut, Agus terlihat berjalan dari arah selatan menuju utara melalui bahu jalan. Ia sempat berhenti dan duduk sebentar di sebelah utara lampu lalu lintas sebelum kembali berjalan ke arah utara.

Saat tiba di lokasi kejadian, sebuah kendaraan yang melintas terlihat memperlambat lajunya. Berdasarkan hasil penelusuran polisi, Agus diduga sempat berada di tengah jalan sebelum akhirnya ditemukan tergeletak.

Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta menelusuri rekaman CCTV untuk mengetahui kronologi kejadian.

“Dari hasil penelusuran rekaman CCTV, korban terlihat berjalan sendirian dalam kondisi sempoyongan. Sebelumnya, korban juga sempat berhenti dan duduk sebentar sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Informasi penemuan korban diterima petugas piket Polsek Buduran sekitar pukul 01.44. Berdasarkan keterangan saksi, Khairul Anam, penjaga toko Madura Barokah Mart yang berada di dekat lokasi, seorang pengendara sepeda motor sempat memberitahunya bahwa ada orang tergeletak di pinggir jalan.

Khairul kemudian keluar dari toko dan mendapati seorang laki-laki tidak dikenal tergeletak tanpa bergerak. Tak lama berselang, beberapa pengendara yang melintas turut berhenti dan membantu memindahkan korban ke trotoar untuk menghindari risiko tertabrak kendaraan lain.

Petugas kepolisian bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Sidoarjo kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk menjalani pemeriksaan medis.

Sugeng menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Temuan tersebut juga bersesuaian dengan hasil penelusuran CCTV yang tidak memperlihatkan adanya dugaan tindak kekerasan oleh orang lain terhadap korban.

“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Rekaman CCTV juga tidak menunjukkan adanya peristiwa kekerasan oleh orang lain,” jelasnya.

Polisi juga memperoleh informasi dari keluarga bahwa Agus memiliki riwayat tekanan darah tinggi, tetapi disebut tidak pernah menjalani pemeriksaan rutin ke dokter. Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan sakit gigi dan badan meriang.

Berdasarkan keterangan istrinya, Juwariyah, Agus sebelumnya pergi ke Lumajang bersama istri dan anaknya pada Sabtu (24/10). Karena sepeda motor yang mereka gunakan mengalami masalah di kawasan Pandaan, kendaraan tersebut ditinggalkan di bengkel dan perjalanan dilanjutkan menggunakan angkutan umum.

Pada Minggu (25/10) sore, Agus diantar keponakan istrinya ke Terminal Kalibening, Lumajang, untuk kembali ke Sidoarjo seorang diri.

Meski terdapat informasi mengenai riwayat penyakit korban, polisi belum dapat memastikan penyebab kematiannya. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan pada Senin (26/10).

“Dari pemeriksaan luar, dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, penyebab pasti kematian korban belum dapat ditentukan karena tidak dilakukan autopsi,” tegas Sugeng.

Polisi telah mendokumentasikan hasil olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan penelusuran CCTV untuk melengkapi penanganan kasus tersebut. (dwiw)