
Menurut Anas, berbagai persoalan di tengah masyarakat sejatinya dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik apabila komunikasi, pendekatan, dan mediasi dilakukan sejak dini di tingkat lingkungan.
“Ketika muncul potensi gesekan di masyarakat, perangkat wilayah harus menjadi pihak pertama yang hadir untuk membangun komunikasi dan mencari solusi bersama,” kata Anas, Jumat (31/7).
Politikus PDI Perjuangan itu menilai perangkat wilayah memiliki peran strategis karena paling memahami kondisi sosial masyarakat di masing-masing kawasan. Oleh sebab itu, ia meminta camat, lurah, RT, dan RW lebih aktif menjalin komunikasi dengan warga serta memetakan berbagai persoalan yang muncul sejak awal.
Anas menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah wilayah dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari sistem deteksi dini di tingkat kampung. Melalui sinergi tersebut, persoalan sosial diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kondusivitas Kota Surabaya bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat wilayah dan warga, memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
“RT dan RW merupakan mata dan telinga pemerintah di lingkungan. Jika komunikasi berjalan efektif, berbagai persoalan dapat terdeteksi lebih cepat dan diselesaikan secara kekeluargaan sebelum berdampak lebih luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anas mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang terus membangun komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan serta berbagai unsur masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan kota.
Ia berharap pola sinergi tersebut terus diperkuat hingga tingkat kampung agar upaya pencegahan konflik semakin efektif dan masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.
“Yang terpenting adalah memastikan pemerintah hadir sampai ke tingkat paling bawah. Ketika masyarakat merasa didengar dan persoalannya segera ditindaklanjuti, potensi konflik akan lebih mudah dicegah sehingga Surabaya tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya. (dra)
