
Konvoi diberangkatkan dari Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya menuju kawasan Kota Lama, kemudian berakhir di Jalan Tunjungan. Sejumlah pimpinan daerah tampak mengendarai berbagai jenis sepeda motor, termasuk motor klasik, sebagai simbol kebersamaan dalam mengawal keamanan dan mendukung iklim ekonomi yang kondusif.
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri menegaskan bahwa semangat “Jogo Suroboyo” merupakan komitmen bersama seluruh unsur Forkopimda untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Menurutnya, keamanan menjadi faktor penting agar aktivitas sosial maupun perekonomian tetap berjalan dengan baik.
“Situasi saat ini mengharuskan kita terus menjaga kebersamaan agar masyarakat tetap tenang dan optimistis. Ekonomi harus terus berjalan. Ini contoh semangat arek-arek Suroboyo, apa pun jabatannya tetap bersatu untuk menjaga kota ini,” ujar Kaji Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin Zuhri.
Ia mengatakan setiap unsur Forkopimda memang memiliki tugas dan kewenangan masing-masing. Namun, seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Surabaya tetap aman, nyaman, dan kondusif.
“Pak Dandim, Pak Kajari, dan seluruh Forkopimda tetap membawa semangat arek Suroboyo. Kebersamaan selalu menjadi prioritas. Kita berbeda kewenangan, tetapi tetap satu tekad, yaitu Jogo Suroboyo,” katanya.
Selain menyoroti pentingnya menjaga keamanan, Kaji Ipuk juga menyampaikan harapannya terhadap pengembangan kawasan Kota Lama Surabaya. Menurutnya, kawasan bersejarah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata heritage yang mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif.
DPRD Surabaya, lanjutnya, siap mendorong kolaborasi dengan para pemilik bangunan cagar budaya agar kawasan tersebut semakin hidup tanpa menghilangkan nilai sejarah yang dimilikinya.
“Kita ingin Kota Lama menjadi kawasan heritage seperti di kota-kota Eropa. Para pemilik bangunan cagar budaya akan kita ajak bersama-sama meramaikan Surabaya,” ujarnya.
Ia juga menilai penataan pedagang kaki lima perlu dilakukan agar selaras dengan konsep kawasan heritage sehingga pelestarian sejarah dapat berjalan beriringan dengan peningkatan aktivitas ekonomi.
“Tujuannya agar cagar budaya memiliki nilai ekonomi yang semakin baik, tetapi nilai sejarahnya tetap terjaga. Seperti pesan Bung Karno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tuturnya.
Komandan Satuan Patroli Koarmada V, Kolonel Laut (P) Dr. Moch. Anton Maulana, mengajak seluruh komunitas di Surabaya, khususnya generasi muda, untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban kota.
Menurutnya, setiap komunitas memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan nyaman.
“Hobi apa pun bentuknya, tetap Jogo Suroboyo. Mau komunitas Vespa, RX King, atau komunitas lainnya, yang penting bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.
Anton berharap semangat menjaga Surabaya dapat terus ditanamkan hingga tingkat lingkungan RT dan RW agar budaya gotong royong semakin kuat.
Sementara itu, Komandan Kodim 0830/Surabaya Kolonel Inf Bambang Raditya menilai patroli bersama tersebut merupakan bentuk teladan dari para pimpinan daerah dalam mengajak masyarakat menjaga keamanan kota.
Ia mengatakan, seluruh komunitas otomotif dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban selama tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menghormati pengguna jalan lainnya.
“Kalau bukan kita yang menjaga Surabaya, siapa lagi? Karena itu kita turun bersama melalui patroli menggunakan motor untuk mengajak masyarakat ikut menjaga kota ini,” ujarnya.
Bambang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang dapat memecah persatuan maupun mengganggu kondusivitas daerah.
Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Tri Anggoro Mukti menyebut, konvoi tersebut mencerminkan kekompakan Forkopimda dalam menjaga stabilitas Kota Surabaya. Ia mengajak seluruh warga untuk menaati hukum demi terciptanya kehidupan yang aman dan tertib.
Di sisi lain, Kasat Pamobvit Polrestabes Surabaya AKBP Wachid Arifani yang mewakili Kapolrestabes Surabaya mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Ia mengimbau masyarakat untuk melengkapi kelengkapan kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas, serta bersama-sama menjaga keamanan menjelang berbagai agenda penting yang akan berlangsung pada Agustus mendatang.
Melalui konvoi “Jogo Suroboyo”, Forkopimda Surabaya menegaskan komitmen memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus mengajak masyarakat menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban sebagai fondasi pembangunan Kota Surabaya yang aman, nyaman, serta berdaya saing. (dra)
