
Program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Dengan dukungan mekanisasi pertanian, proses pengolahan lahan hingga panen diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan hasil produksi.
Gubernur Yulius menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan petani, baik melalui penyediaan sarana produksi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, maupun pendampingan teknis. Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain bantuan alsintan, distribusi 43 ton benih jagung berkualitas diharapkan mampu memperluas areal tanam dan meningkatkan produktivitas komoditas jagung di Sulawesi Utara. Pemerintah optimistis langkah tersebut dapat mendukung target nasional dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus memperkuat perekonomian daerah yang berbasis sektor pertanian.
Pemprov Sulut juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten dan kota, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani, untuk bersinergi dalam menyukseskan program tersebut. Kolaborasi yang kuat diyakini akan mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat Sulawesi Utara secara berkelanjutan.
(Nove)
