― Advertisement ―

308 Kader Pemuda Pancasila Jatim Rampungkan Diklat, Baso Juherman Dorong Kaderisasi Madya

MOJOKERTO,wirafokus.com– Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Pratama Pemuda Pancasila se-Jawa Timur Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari, 23–25 Oktober 2026, di...
BerandaPeristiwaPT MSM/TTN Gerak Cepat Tangani Dampak Longsor, Jalan Alternatif 3,1 Kilometer Dipaparkan...

PT MSM/TTN Gerak Cepat Tangani Dampak Longsor, Jalan Alternatif 3,1 Kilometer Dipaparkan di Hadapan Warga dan Forkopimda Bitung

PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) menegaskan komitmennya dalam membantu penyelesaian persoalan putusnya akses jalan nasional akibat longsor di ruas Pinasungkulan, Kota Bitung
BITUNG,wirafokus.com- PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) menegaskan komitmennya dalam membantu penyelesaian persoalan putusnya akses jalan nasional akibat longsor di ruas Pinasungkulan, Kota Bitung. Dalam pertemuan yang dihadiri warga, unsur Forkopimda Kota Bitung, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, pihak perusahaan memaparkan langkah cepat yang telah dilakukan, termasuk pembangunan jalan alternatif sepanjang 3,1 kilometer sebagai solusi sementara bagi masyarakat.

Jalan alternatif tersebut telah dibangun dengan spesifikasi teknis yang mengacu pada standar Bina Marga dan disiapkan untuk menjaga konektivitas antara Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara setelah ruas jalan nasional terdampak longsor dan tidak lagi aman dilalui kendaraan. PT MSM/TTN menyatakan pembangunan jalur tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus dukungan terhadap kelancaran aktivitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah tersebut.

Dalam pemaparannya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa kondisi pergerakan tanah di kawasan longsor telah dipantau secara intensif sejak beberapa tahun terakhir. Ketika terjadi penurunan badan jalan yang semakin signifikan pada akhir Mei 2026, perusahaan segera berkoordinasi dengan BPJN Sulut untuk melakukan penutupan akses pada titik rawan dan mengalihkan lalu lintas ke jalur alternatif demi keselamatan pengguna jalan.

BPJN Sulawesi Utara sendiri mengakui bahwa longsoran pada ruas Bitung–Likupang masih aktif dan berpotensi terus bergerak. Karena itu, perbaikan pada titik lama dinilai tidak efektif dan berisiko tinggi. Solusi yang dipilih adalah pembangunan trase baru di lokasi yang lebih aman, sementara jalan alternatif milik PT MSM/TTN digunakan sebagai jalur penghubung utama selama proses rekonstruksi berlangsung.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sulawesi Utara, Ringgo Radityo, sebelumnya menjelaskan bahwa proses pembangunan trase baru diperkirakan memerlukan waktu sekitar lima bulan. Selama masa tersebut, keberadaan jalan alternatif menjadi sangat penting untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan normal dan aktivitas ekonomi tidak terganggu.

Sementara itu, manajemen PT MSM menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Perusahaan berharap seluruh pihak dapat mendukung pemanfaatan jalan alternatif yang telah tersedia sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah melalui BPJN. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat akan terus dilakukan guna memastikan solusi yang diambil dapat diterima semua pihak.

Pertemuan yang berlangsung bersama warga, BPJN Sulut, dan Forkopimda Bitung tersebut diharapkan menjadi langkah konstruktif dalam mencari solusi terbaik atas permasalahan infrastruktur yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, pemulihan akses transportasi strategis penghubung Bitung–Likupang diharapkan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.

(Nove)