
Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, di tengah ketidakpastian global yang dipengaruhi konflik geopolitik, perang dagang, dan perang tarif, Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
“Kemandirian pangan adalah harga mati bagi bangsa yang ingin berdiri tegak dan berdaulat. Petani dan nelayan merupakan garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita tersebut,” tegas Gibran di hadapan peserta PENAS XVII.
Meski demikian, Gibran mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang harus diselesaikan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari menjaga lahan pertanian agar tidak terus beralih fungsi, mempermudah akses petani terhadap bibit unggul dan permodalan, hingga memastikan stabilitas harga hasil produksi serta penyaluran pupuk subsidi yang tepat sasaran.
Wapres juga memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas langkah penyederhanaan regulasi distribusi pupuk yang dinilai sangat membantu petani di berbagai daerah. Pemerintah, lanjutnya, juga tengah melakukan revitalisasi dan pembangunan sejumlah pabrik pupuk untuk mendukung produktivitas sektor pertanian nasional.
PENAS XVII yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Gorontalo menjadi ajang temu karya, inovasi, jejaring, dan kolaborasi petani serta nelayan se-Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran teknologi pertanian modern guna mendukung program swasembada pangan nasional menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.
Tercatat lebih dari 13 ribu peserta resmi mengikuti kegiatan tersebut, sementara puluhan ribu pengunjung diperkirakan akan memadati berbagai agenda pameran, forum bisnis, gelar teknologi, hingga pertunjukan budaya yang menjadi bagian dari rangkaian PENAS XVII.
Melalui penyelenggaraan PENAS XVII, pemerintah berharap lahir berbagai inovasi dan kolaborasi baru yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta mempercepat transformasi sektor pertanian dan perikanan Indonesia di era modern.
(Nove)
