
Didampingi tim G.027, rombongan meninjau sejumlah area strategis mulai dari titik 0, rumah pohon, area teater Batu Angus, hingga fasilitas umum di kawasan wisata tersebut.
Dalam kesempatan itu, Tengku Ali Husin menilai Batu Angus memiliki keunikan alam yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Hamparan batuan vulkanik berpadu dengan panorama alam pesisir dinilai mampu menjadi magnet wisata apabila dikelola secara maksimal.
“Kawasan ini sangat potensial menjadi ikon wisata unggulan. Keindahan alamnya luar biasa dan memiliki ciri khas tersendiri,” ujarnya.
Meski memiliki daya tarik tinggi, kondisi beberapa fasilitas dan akses menuju lokasi wisata dinilai masih perlu pembenahan. Sejumlah titik terlihat kurang terawat, mulai dari akses jalan, area sekitar lokasi wisata, hingga beberapa fasilitas pendukung yang mulai mengalami kerusakan.

Selain itu, ASGAS RI juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta dalam mengembangkan potensi wisata di Sulawesi Utara. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar sektor pariwisata dapat berkembang sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Kami berharap Batu Angus bisa menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal luas, bukan hanya di Sulawesi Utara tetapi juga di tingkat nasional,” tambah Tengku Ali Husin.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pengembangan sektor pariwisata daerah sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan promosi budaya lokal. (WL/Fks)
