
Awal terjadinya pembunuhan tersebut, dipicu dari kejadian yang sempat terekam kamera CCTV di dalam klub malam tersebut. Dan kebetulan korban bersama 7 (tujuh) rekan lainnya yang sedang bersama-sama menikmati minuman keras.
Namun entah kenapa tiba-tiba terjadi kericuhan dengan saling mendorong, padahal sebelumnya mereka saling bercanda satu sama lain.
Disitulah terjadi saling memukul antara korban bersama teman lainnya, dan terlihat didalam kamera CCTV mereka saling mendorong dan dari salah satu mereka mengambil botol minuman keras, lalu sempat dipukulkan ke kepala korban MRY, namun dari rekaman CCTV tidak terlihat adanya luka yang cukup parah, sehingga kejadian tersebut seperti tidak ada sesuatu yang sangat fatal. Dan di sisi lain, yang tidak terekam di kamera CCTV, kemungkinan ada dugaan saling menyerang antara korban dengan lawannya sehingga tidak terlihat kejadian, yang akhirnya terdapat korban sampai meninggal dunia.
Setelah kejadian tersebut beredar pula video saat korban MRY hendak ditolong untuk dibawa ke rumah sakit, diturunkan di lantai bawah Gedung Andika Plaza sambil dinaikkan kursi roda, tiba-tiba jatuh terlentang sambil bersimbah darah dari kepala, bahu dan tangannya. Seketika korban diduga telah menghembuskan nafas terakhirnya di lantai.
Segera petugas keamanan melakukan pertolongan, bersama teman korban lainnya, berupaya untuk melaporkan kejadian tersebut melalui PMI serta Ambulance, namun informasi darinkawan korban tidak ada Ambulance yang siaga.
Beberapa saat kemudian, petugas lapangan dari BPBD, PMI beserta tim kesehatan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Namun nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan korban atas nama MRY telah meninggal dunia.
Dari kejadian tersebut, petugas dari Kepolisian khususnya Polsek Genteng mendatangi lokasi kejadian.
Kanitreskrim Polsek Genteng saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan,”masih dalam penyelidikan,”terangnya. Sabtu (29/11).
Vian juga menambahkan,”kalau luka robek di kepala, belum dapat disimpulkan, dugaannya karena alat tajam, bisa jadi karena dipukul botol yang pecah,” pungkasnya. (dwiw/Why)
