
Korban meninggal yang ditemukan masyarakat sekitar atas nama inisial SBG (67th), laki-laki asal Dusun Macanan RT.04./RW.02 Kec. Loceret Kab. Nganjuk Jawa Timur.
Adapun saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut antara lain:
* Sumarjo (57th), laki-laki beralamatkan Dsn. Mlaten RT.05.RW.03 Wonomlati Kec. Krembung Kab. Sidoarjo.
* Muhammad Asykuri (49th), laki-laki warga Jl. Harun Tohir 18 RT.07/RW03, Ds. Medaeng Waru Sidoarjo.
Menurut keterangan salah satu saksi tersebut mengatakan,”sebelumnya memang korban mencarikan calon penumpang, dan tak lama kemudian korban terjatuh saat berjalan sempoyongan kebelakang, dan akhirnya mengalami kejang-kejang, lalu pingsan, setelah itu di cek urat nadinya, korban ternyata sudah tak bernyawa,”kata saksi Sumarjo.
Seketika itu warga melaporkan hal tersebut ke pihak Polsek Waru, tak lama kemudian, pihak Polsek Waru yang dipimpin langsung oleh Kanitreskrim AKP A.A Putrawan, S.H., M.H., melakukan olah TKP, kemudian dari pihak tim INAFIS Polresta Sidoarjo juga mendatangi lokasi kejadian, untuk dilakukan identifikasi terhadap korban yang meninggal mendadak tersebut.
Saat setelah petugas gabungan datang, dan dilakukan olah TKP, korban dibawa langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara dengan diangkut oleh Ambulance untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di kamar jenazah.
Untuk barang bukti yang ada dan diamankan oleh petugas yaitu pakaian korban yang diduga meninggal mendadak.
Menurut keterangan dari Kanitreskrim Polsek Waru AKP A.A. Putrawan, S.H., M.H., mengatakan,”dari hasil analisa di TKP kita simpulkan antara lain, TKP-nya berada di dalam terminal Purabaya Bungurasih, korban meninggal dunia diduga akibat serangan jantung dan penyakit diabet, dan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, serta tidak adanya barang milik korban yang hilang,” pungkas perwira dengan pangkat balok tiga emas di pundaknya.
Selanjutnya korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim guna dilakukan visum et repertum. (dwiw)
