― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPembangunanPemberhentian Sementara Proyek Makam di Desa Gamping Rowo Akibat Penyesuaian

Pemberhentian Sementara Proyek Makam di Desa Gamping Rowo Akibat Penyesuaian

Andi Rahmean Pohan mantan Sekretaris DPD REI Jatim dan Ketua Pokja Makam REI

Sidoarjo, Wirafokus.com – Pemberitaan mengenai dugaan korupsi terkait dana pembangunan makam di Desa Gamping Rowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, telah memicu perhatian publik. Dalam merespons hal ini, mantan Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, Andi Pohan, yang juga menjabat sebagai juru bicara Pokja Makam, menyampaikan bahwa proses pembangunan makam untuk para pengembang REI saat ini telah dihentikan sementara, Rabu, (25 September 2024)

Pohan menjelaskan bahwa penghentian ini dilakukan demi merampungkan segala permasalahan yang muncul, terutama terkait adanya dugaan penyalahgunaan dana.

“Saat ini, kami sedang dalam tahap merampungkan pembangunan dan inventarisasi lahan makam bagi anggota REI,” jelasnya.

Rencana pembangunan makam ini sejatinya telah diinisiasi oleh REI dengan tujuan menyediakan lahan makam khusus bagi para pengembang yang tergabung dalam asosiasi tersebut. Lahan yang direncanakan untuk proyek makam ini meliputi area seluas 6,9 hingga 10 hektar. Menurut Pohan, REI bertanggung jawab penuh terhadap para anggotanya, dan pihaknya sedang melakukan inventarisasi bagi mereka yang telah memenuhi kewajiban dalam proyek ini.

“Sampai saat ini, progres inventarisasi telah mencapai 50%, dan kami menargetkan selesai pada bulan Oktober mendatang. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan maksimal,” kata Pohan.

Adapun upaya-upaya fisik di lapangan, seperti pengurukan tanah, telah mencapai tiga hektar. Namun, untuk tahap berikutnya, REI masih perlu menyelesaikan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk perizinan, pembangunan pagar, penetapan patok, serta akses jalan menuju makam.

Sementara itu, terkait kontribusi finansial, Andi Pohan mengungkapkan bahwa pemberian kontribusi dari anggota untuk saat ini dihentikan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah harga setplan tanah yang dinilai terlalu tinggi, yakni Rp125.000 per meter kubik.

“Kami masih mengkaji ulang harga dan faktor lapangan yang ada di daerah Sidoarjo,” ujarnya.

Dengan adanya pemberhentian sementara ini, pihak REI berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada sebelum melanjutkan proses pembangunan makam. Mereka berharap proyek ini bisa selesai sesuai target, serta memberi manfaat bagi para anggota yang telah berkontribusi.

Proyek ini mencerminkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan program-program besar seperti pembangunan fasilitas publik, agar kepercayaan masyarakat, khususnya para anggota REI, dapat terjaga dengan baik.

Saat di Tanyakan Musda DPD REI Jatim akan berlangsung di bulan Oktober 2024, Teman – Teman Media monggo kalau ada waktu bisa hadir, tutur Andi. (Kij/Fks)