― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaLifestyleMenyoal Lukisan Pointilis "Gedek" Djoko Edan

Menyoal Lukisan Pointilis “Gedek” Djoko Edan

Djoko Edan dengan latar lukisan nya saat pameran di DKS Surabaya.

Surabaya, Wirafokus.com – Pointilisme adalah sebuah teknik menggambar dengan memanfaatkan bentuk lingkaran kecil atau garis yang disusun pada pola tertentu sehingga menghasilkan bentuk gambar. Pada mulanya Seni Pointilisme dikembangkan oleh Georges Seurat dan Paul Signac pada tahun 1886 sebagai cabang seni Impresionisme. Salah satu pelukis dunia yang terkenal dengan gaya pointilisme adalah Vincent Van Gogh, seniman popular yang dimasa hidup nya rela memotong telinganya untuk wanita yang dicintai namun wanita itu tetap menolak untuk dijadikan istrinya.

Lukisan “Starry Night” Karya Vincent Van Gogh (1889) salah satu lukisan dengan gaya Pointilisme. Untuk bisa menikmati karya seni yang menggunakan teknik pointilis, kita mesti melihatnya dari kejauhan supaya terlihat gambar yang mengagumkan.

Teknik pointilis memanfaatkan kemampuan mata dan pikiran manusia untuk menggabungkan semua titik menjadi suatu rangkaian yang utuh. Dari kejauhan, sekumpulan titik itu akan menampilkan gambar dengan gradasi warna yang indah.

Georges Seurat mengungkapkan istilah yang berbunyi “peinture au point” yang berarti teknik melukis dengan menggunakan kumpulan titik-titik. George Seurat memiliki salah satu karya yang begitu terkenal berjudul Un Dimanche a la Grande Jatte (Minggu Sore di Pulau La Grande Jatte) merupakan salah satu karyanya yang menggunakan teknik pointilisme.

Salah satu pelukis yang menggunakan tehnik pointilisme adalah Djojo Edan, pelukis Surabaya yang mengembangkan tehnik pointilisme garis-garis yang membentuk gedek (susunan belahan bambu tipis) sejak 2020, awal mula munculnya penyakit Covid Corona. Pelukis dengan nama asli Djoko Endrawan yang kerap dipanggil Djoko Edan kelahiran Surabaya, 28 April 1974.

Djoko Edan mulai melukis sejak kecil dengan mendalami tehnik lukisan naturalis dan realis. Ia juga piawai mengerjakan relief dinding, mural dan pertamanan. Dari garis keturunan ayah Djoko Edan juga seorang pelukis dan pemusik yang aktif sebagai anggota tentara. Pelukis OH. Supono pelukis Surabaya yang cukup popular dikalangan seniman Surabaya adalah pakde Djoko Edan yang juga sering mengarahkan Djoko Edan untuk sering melukis.

“Saya dulu sering dinasehati sama pakde OH. Supono. Saya disuruh belajar tehnik melukis,” ujar Djoko Edan yang ditemui di rumahnya Ketintang, Wonokromo, Surabaya (8/2/2024).

Potret Monalisa ukuran 50×50 cm tahun 2020, akrilik pada kanvas karya Djoko Gedek

Lukisan Pointilis Gedek dipilihnya karena awalnya Djoko Edan dulu pernah tinggal di rumah yang dibangun setengah dari gedek dan setengahnya bata. Dari ide itulah Djoko Edan yang saat itu masa Covid Corona membuat lukisan Pointilis Gedek berjudul potret Monalisa. Lukisan tersohor karya Maestro Leonardo Da Vince. Lukisan pertama Djoko Edan yang menggambarkan sosok Monalisa digarap dengan tehnik pointilis gedek cukup sulit dalam pengerjaan nya karena harus menyatukan gradasi warna dan pencahayaan. Sosok poter Monalisa merupakan karya pertama Djoko Edan.

“Saya melukis mengikuti naluri aja mas, tentang tehnik akan mengalir dengan sendirinya. Saya enjoi saja,” cetus Djoko Edan sambil tertawa. Kini puluhan Lukisan Pointilis Djoko Edan tersimpan di studio nya. Djoko Edan mengikuti beberapa kali pameran di Surabaya dan kota-kota di Jawa Timur.

Karya Djoko Edan memiliki tehnik tersendiri, ia tidak menggunakan titik-titik seperti pada umumnya lukisan Pointilis. Namun Djoko Edan tetap menggarap tehnik gedek sebagai ciri khas karyanya. Obyek yang dilukis mulai wajah, pemandangan dan bangunan perkotaan juga lukisan kritik sosial.

Dalam waktu dekat Djoko Edan akan mengikuti pameran bersama di Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda, Alun – Alun Surabaya, pada 17 – 22 Februari 2024 dengan tajuk pameran lukisan rupa – rupa. Ia akan menampilkan 3 lukisan Pointilis gedek khas nya. (Jup/Fks).