
Pasuruan, Wirafokus.com – Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota pada 24 Februari 2024 mendatang berbagai cara dilakukan secara diam-diam oleh Caleg guna bisa menggalang simpatisan.
Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Disdikbud Kabupaten Pasuruan yang diikuti guru-guru Paud pada hari Jumat, (18/1) di Saygon Purwosari, Pasuruan disinyalir oleh Bawaslu Kabupaten Pasuruan bahwa kegiatan tersebut disusupi oleh politik karena dengan hadirnya Gur Irsyad Yusuf (GI) mantan Bupati Pasuruan dua periode yang kini tercatat sebagai Caleg DPR-RI asal PKB.
Denga adanya informasi tersebut Arie Yunianto Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan dengan sigap melakukan konfirmasi pada Kadis Disdikbud Hasbullah dan Kabid Paud Nur Salim.
Keduanya merupakan ASN pada Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Setelah Bawaslu melakukan kroscek pada kedua pihak antara Hasbullah dengan Gus Irsyad, mereka telah melakukan kontak telepon sebelum kegiatan Rakor, namun siapa yang menghubungi lebih dulu Bawaslu masih mengumpulkan bukti-bukti dari berbagai pihak terkait.
Lulis Irsyad Yusuf istri Gus Irsyad mantan Ketua Paud Kabupaten Pasuruan hadir mendampingi Gus Irsyad. Paket sembako dibagikan pada peserta Rakor dan terdapat alat peraga Caleg dalam bingkisan paket sembako.
“Hasil keterangan dua ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ada komunikasi dengan Irsyad Yusuf atau Gus Irsyad (GI) sebelum rakor tersebut dilaksanakan,” kata Arie Yunianto Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan.
“Saat ini kita masih menelusuri siapa yang menghubungi dulu. Apakah Hasbullah Kadisdikbud atau Gus Irsyad,” lanjutnya.
Cak Oen, panggilan akrabnya mengatakan, ada dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di antaranya Nursalim Kabid Paud Dinas dan Hasbullah Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan. “Untuk Nursalim ada 13 materi pertanyaaan sedangkan Hasbullah 40 materi pertanyaan. Semua terkait hadirnya GI Caleg DPR-RI di acara rakor tersebut,” jelasnya.
Dari keterangan Hasbullah Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, ungkap Arie, ada komunikasi lewat telpon oleh kedua belah pihak. “Siapa yang mengundang GI caleg DPR-RI ini masih masih terus kita telusuri. Karena dalam acara rakor Disdikbud telah disusupi politik,” sebutnya.
Arie menambahkan, acara rakor Disdikbud Kabupaten Pasuruan di Saygon Purwosari beberapa waktu lalu. Ada rangkaian kegiatan lainnya yang digelar oleh Disdikbud sebelumnya.

“Sebelumnya Disdikbud juga pernah menggelar kegiatan di Rumah Makan (RM) kawasan Kebonraya dengan mengundang Guru dan Kepala Sekolah melalui organisasi PGRI,” paparnya.
Terkait bingkisan berupa paket sembako bergambar caleg yang dibagikan ke peserta rakor Disdikbud. “Masih terus kita telusuri. Dari bukti yang kita dapat dalam bingkisan itu ada alat peraga kampanye (APK),” ucapnya.
Sementara itu, Hasbullah Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan saat diwawancarai awak media pilih tutup mulut. “Tanyakan langsung ke Ketua Bawaslu,” kata Hasbullah singkat sambil berlalu menuju mobil dinas (Mobdin).
Sebelumnya, Irsyad Yusuf mantan Bupati Pasurua Dua periode yang kini caleg DPR-RI dari PKB menyatakan dirinya datang ke rakor Disdikbud Kabupaten Pasuruan hanya membahas sepak bola dan tidak berkampanye.
Ia berdalih, datang ke rakor karena lokasinya dekat dengan rumahnya. (Jup/Fks)
