
Seperti yang dialami M. Arif Hidayatullah (26th), asal Jl. Bebekan Selatan RT.025 RW. 007 Kel. Bebekan Kec. Taman Sidoarjo-Jawa Timur, selaku korban keganasan para Gengster, bahkan sampai sekarang korban belum diketemukan oleh teman-teman kerja yang bekerja di salah satu Proyek di Jakarta
Awal korban Arif ke Jakarta setelah Tahun Baru 2024, diajak bekerja oleh seorang pelaksana asal Surabaya dengan alasan mengerjakan suatu proyek yang ada di Jakarta daerah Cakung.
Selang beberapa minggu kedepan, Arif dikabarkan hilang dan sampai sekarang belum diketemukan.
Awal mula hilangnya Arif, pada saat itu Sabtu (13/1), sekira pukul 22.00 WIB, bersama teman kerjanya Dimas Prasetyo, Firgi yang juga asal Sepanjang Jawa Timur, Nouval asal Bekasi, Muhammad Rafi bersama istrinya Indah asal Jakarta, berkeinginan ngopi di daerah Bekasi Timur, saat pukul 03.00 WIB yang juga menginjak hari berikutnya, yaitu Minggu (14/1) tepatnya di daerah UNISMA, bertepatan pula terjadi tawuran massal antara Gengster dengan Perguruan Pencak Silat, ditempat Arif dan Dimas serta kawan-kawannya yang sedang ngopi.
Tiba-tiba kawan-kawan Arif pada menyelamatkan diri dari amukan Gengster yang diduga mengincar lawannya dari Perguruan Silat, dan pada saat itu pula Arif sendiri memakai celana pendek warna hitam persis dan mirip dengan celana para pesilat pada umumnya. Disitulah terjadinya pengeroyokan yang dilakukan kelompok Gengster terhadap Arif dan kawan-kawannya.
Salah satu kawannya bernama Dimas juga mau menyelamatkan sepeda motor yang sedang diparkir sekitar tidak jauh dari tempat kejadian perkara, namun setelah mau menjemput kawan-kawannya, Dimas mengatakan,”pada saat terjadi tawuran antar Gengster dengan Perguruan Pencak Silat, teman saya membawa sepeda motor, nggak tau diparkirkan dimana, tapi saya jalan menuju jalan raya sambil mikirin sepeda motornya diparkirkan dimana, saya nggak tahu, lalu saat saya tinggal, terjadi pengeroyokan terhadap teman saya, yang dikeroyok yaitu Arif, Muhammad Rafi dan istrinya bernama Indah,” kata Dimas.
“Dari ketiga kawan saya yang dikeroyok tadi ada dua kawan saya yang kena bacokan, yaitu Muhammad Rafi dan istrinya bernama Indah, bahkan si Indah ini yang juga hamil 5 (lima) bulan ditabrak sama Gengster, dan dikejar sampai saya nggak tau kemana larinya, apa ketangkap Gengster saya juga nggak tahu,” imbuhnya.
Setelah ditunggu sampai sehari semalam, menurut teman-temannya bekerja yang ada di mess Kelurahan Menteng Kecamatan Cakung Jakarta Timur RT.09 RW.02, Arif belum tahu keberadaannya, dan akhirnya dari pelaksana proyek melaporkan hal hilangnya salah satu pekerjanya pasca pengeroyokan di Bekasi Timur yang menimpa pekerjanya ke Polsek Medan Satria Polres Metro Bekasi Kota, dengan pelapor atas nama Tito Adi Sumarno (39 th) asal Putat Jaya C Timur 6/26 RT.003 RW.012 Kel. Putat Jaya, Kec. Sawahan Kota Surabaya – Jawa Timur.
Adapun ciri pekerja proyek yang sampai sekarang belum diketemukan antara lain:
– Nama M. Arif Hidayatullah, usia sekitar 26 tahun, tinggi badan 165 cm, Berat badan 65 Kg, Berbicaranya jelas berbahasa Indonesia, Menggunakan kaos lengan panjang warna hitam, celana pencak silat warna hitam, rambut, lurus di bagian tengah atas botak, mata biasa.
Kini kawan kerja serta pelaksana proyek masih menunggu perkembangan dari Kepolisian setempat. (dwiw/red)
