Seorang Mahasiswa Gunakan Medsos untuk Kejahatan Prostitusi Online

17
Kabid Humas Polda Jatim dan Wadirkrimsus Polda Jatim saat menunjukan barang bukti yang disita dari tersangka

Surabaya, Wirafokus.com – Unit IV/ Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap prostitusi online anak dibawah umur .

Dalam kasus tersebut diamankan seorang laki- laki yang juga berstatus sebagai mahasiswa dengan inisial AP (21) warga Sidoarjo.

“Dalam melaksanakan aksinya tersangka menggunakan media sosial, tersangka ditangkap oleh petugas di rumahnya pada hari, Kamis, (21/1/21),
kejadian tersebut berawal dari perkenalan tersangka dengan seorang wanita sebut saja Mawar, untuk mencarikan order Booking Order (BO) melalui online,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko didampingi Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham, Selasa, (26/1/21)

Gatot juga menambahkan dalam mencari order tersangka menggunakan Michat dengan akun”Puput”, Group Whattshap ” Beragam Kreasi JATIM”, Group Facebook” Cewek Include Surabaya Sidoarjo” dengan nama akun facebook” Angga Gepeng”

Sementara itu Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula saat bulan Januari 2021 petugas siber melakukan pengintaian terhadap jaringan prostitusi online, setelah oleh petugas melakukan penyelidikan dan analisa terhadap salah satu akun yang mengunggah konten tersebut,

Tersangka AP(21) yang juga berstatus sebagai mahasiswa

Zulham juga menambahkan bahwa modus operandi tersangka yakni menjajakan korban anak dibawah umur kepada konsumen melalui media sosial

“Para korban oleh tersangka dijual dengan harga berkisar Rp 500 ribu sampai dengan Rp 2 juta rupiah, dan dari hasil tersebut tersangka mendapatkan upah 30% dari harga yang telah disepakati,” pungkasnya.

Atas pengungkapan kasus tersebut petugas berhasil mengamankan dari tersangka satu(1) buah Hp merk Xiomi Redmi Note 9 dengan warna biru putih

Atas perbutannya tersangka akan dijerat dengan pasal UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau Pasal 296 KUHP, Pasal 27 ayat (1) Pasal 4b ayat (1) UU ITE, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun. Serta Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.(Why)