
Pamekasan, wirafokus.com – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Kewaspadaan terhadap Covid-19 ini harus terus dijaga oleh masyarakat, terkhusus di Kabupaten Pamekasan. Tidak boleh lengah sedikitpun.
Demikian disampaikan Ketua Umum Korps HMI-Wati (Ketum KOHATI) Pamekasan, Yuli Anisyah, Senin (7/12/2020)
Sejauh ini, kata Yuli Anisyah, berdasarkan peta sebaran COVID-19 di Kabupaten Pamekasan per 6 Desember 2020 tercatat ada 468 orang positif Covid-19 dan warga yang suspect sebanyak 1020 orang. Jumlah yang memang tidak sedikit.
“Karenanya, kita tidak boleh lengah dan harus tetap mematuhi prorokol kesehatan. Pun juga kita tidak boleh panik berlebihan,” katanya.
Dijelaskannya, dampak COVID-19 dapat menyebabkan korban jiwa. Dampak negatif yang disebabkan COVID-19 luar biasa, tidak pandang siapa, mau pejabat, pengusaha, masyarakat, bahkna petani, semua bisa menjadi korban COVID-19.
Karenanya, lanjut mahasiswi Pascasarjana IAIN Madura itu mengatakan, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mematuhi protokol kesehatan. Sebab, hal itu demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.
“Ayo senantiasa berperilaku hidup sehat dengan mematuhi prokes yakni senantiasa memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara rutin,” ajaknya.
“Sekalipun kita sehat, tetaplah mematuhi protokol kesehatan. Dengan demikian, kita menjadi pahlawan bagi kita sendiri dan orang lain,” imbuhnya.
Lebih lanjut, perempuan yang juga aktif di Komunitas Pamekasan Membaca (Kompak) itu juga mengajak para pemuda untuk ikut andil dalam mengkampanyekan hidup sehat dengan mematuhi prokes di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Ini juga menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai pemuda untuk berpartisipasi dalam mengkampanyekan hidup sehat dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
“Mari buktikan bahwa pemuda adalah kita. Kita yang ikut berjuang melawan virus mematikan ini dengan saling bahu membahu menyadarkan masyarakat akan pentingnya menerapkan Prokes,” imbuhnya menegaskan. (haz)
