M.Zein Alhadad Mengenang Sosok Ricky Yacobi

52

 

M.Zein Alhadad

Surabaya, wirafokus,com- Hari Sabtu (21/11/2020) pagi lalu merupakan hari terakhir bagi striker legendaris Timnas Indonesia Ricky Yacobi bermain bola. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Mintoharjo, Bendungan Hilir, Jakarta, sekitar pukul 09.30 WIB, setelah bermain bola dalam ajang Trofeo Medan Selection di Lapangan A Senayan, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ricky Yacobi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mintoharjo setelah mengalami serangan jantung sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Ricky yang turut mempersembahkan medali emas SEA Games 1987 untuk Indonesia itu sempat mencetak gol sebelum akhirnya terjatuh dan tak sadarkan diri.

Ricky Yacobi bermain selama sekitar 15 menit bersama timnya sebelum akhirnya berhasil mencetak gol. Namun sayang, Ricky Yacobi belum sempat berselebrasi untuk gol terakhirnya itu. Sebab, ketika mau selebrasi setelah mencetak gol ia terus jatuh lantaran diduga kena serangan jantung. Dia terjatuh dalam posisi tengkurap.

Saat diperiksa oleh rekan-rekannya sesama pemain, sang legenda timnas Indonesia itu telah tidak sadarkan diri.
Beberapa pemain kemudian langsung mencoba memberikan pertolongan pertama dengan berupaya menarik lidah Ricky Yacobi dan melakukan CPR atau cardiopulmonary resuscitation. Akan tetapi, Rikcy Yacobi tak kunjung sadarkan diri.

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 12 Maret 1963 itu lalu dilarikan ke Rumah Sakit Mintoharjo. Namun, nyawa Ricky Yacobi tidak tertolong. Dia meninggal dunia di usia 57 tahun karena serangan jantung.

Ricky Yacobi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum(TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu (21/11/2020) itu juga.

Beberapa pemain, terutama yang seangkatan dengan Ricky Yacobi mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Ricky Yacobi. Salah satunya adalah M.Zein Alhadad, yang juga mantan striker Timnas Indonesia.

Ricky Yacobi saat tampil dalam laga uji coba vs AC Milan

Meskipun Ricky Yacobi sudah meninggal.dunia beberapa hari lalu, tapi
bagi Alhadad sisok Ricky Yacobi tidak bisa begitu saja dilupakan.

“Saya dan Ricky Yacobi bersahabat sangat dekat. Dia orangnya sangat baik, humoris dan suka bercanda,” kata Alhadad, Minggu (29/11/2020).

Menurut Alhadad, dia dekat dengan Ricky Yacobi karena sering bermain bersama di Timnas Indonesia. Diantaranya pada Piala Raja atau King’s Cup di Bangkok, Thailand, tahun 1987-1988. Kebetulan keduanya sama-sama menempati posisi striker. “Tapi kalau main bareng bersama Ricky, saya biasanya geser ke sayap kiri atau gelandang serang,” ungkap Alhadad.

Seperti ketika main lawan RRC di King’s Cup 1987-1988, Alhahad di posisi sayap kiri dan Ricky striker. “Waktu itu Indonesia menang 3-1 dan saya cetak satu gol,” kenang pria yang akrab disapa Mamak ini.

Di kompetisi galatama pun, dua sahabat ini kerap bertemu. Kala itu Alhadad bermain untuk Niac Mitra Surabaya dan Ricky Yacobi membela klub Arseto Solo di kompetisi galatama “Ricky jadi kapten di Arseto dan saya kapten di Niac Mitra. Saya striker, dia juga striker,” kata Mamak.

Ketika mendengar kabar Ricky meninggal, Alhadad mengaku kaget dan merasa sangat kehilangan. Apalagi Ricky meninggal mendadak akibat serangan jantung saat main sepakbola.

“Dia striker yang bagus dan sangat mencintai sepakbola. Bahkan, sampai akhir hayatnya pun masih main bola. Saya kira tidak hanya saya yang merasa kehilangan, tapi juga para penggemar sepakbola di tanah air,” pungkas mantan pelatih Persija Jakarta yang belakangan kerap menggelar pengajian di rumahnya di kawasan Kalimas Udik, Ampel, Surabaya, ini. (pin)