Kisah Hera, Survive di Masa Pandemi Lewat Pelatihan WUB

18

 

Ket foto : Hasanah Haerani (Hera) menunjukkan hasil produksinya di lokasi pelatihan di kantor Disnakertrans Pamekasan.

Pamekasan, wirafokus.com – Hasanah Haerani, perempuan asal Dusun Candi Selatan, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur kini membuka usaha bordir di rumahnya.

Usaha yang baru saja ia geluti didapat pasca mengikuti pelatihan untuk wirausaha baru di Kantor Disnakertrans pada 20 Juli hingga 26 Agustus lalu.

Hasanah Haerani yang akrab disapa Hera ini mengaku, memilih pelatihan bordir sebab senang desain.

“Jujur, awalnya saya tidak tahu bordir sama sekali. Cuma karena saya suka desain dan ada kesempatan untuk ikut pelatihan Wirausaha Baru (WUB), maka saya coba,” katanya, Minggu (29/11/20).

Hera menjelaskan, pada pelatihan yang diikutinya ada sebanyak 32 peserta yang dibagi menjadi 2 tim, masing-masing tim terdapat 16 orang peserta.

“Alhamdulillah, berkat pelatihan tersebut saat ini saya bisa memproduksi produk dari usaha bordir ini,” ucap pemilik nama merk Heirajuku Embroidery itu.

Dikatakan, dari pelatihan itu, selain mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman yang baru, Hera juga mendapatkan bantuan 1 unit mesin bordir digital kerjasama Pemkab Pamekasan dengan Bank Jatim.

“Dari pelatihan tersebut, Alhamdulillah saya juga mendapatkan bantuan 1 unit mesin bordir digital,” tuturnya.

Dijelaskan, pasca mengikuti pelatihan WUB, hingga saat ini ia sudah menerima sebanyak 63 pesanan bordir masker dan 15 bordir seragam.

“Diantaranya, 50 bordir masker pesanan Disnakertrans, 5 masker dari bank Jatim, 3 masker dari Tropikal, dan 5 masker dari teman saya. Kemudian yang terakhir 15 bordir seragam,” ucap Hera.

Pelatihan Wirausaha Baru di Kantor Disnakertrans pada 20 Juli hingga 26 Agustus 2020 untuk jahit dan bordir.

Lebih lanjut, ibu tiga anak ini mengatakan, pelatihan Wirausaha baru ini sangat bermanfaat untuk memberdayakan masyarakat Pamekasan.

“Utamanya bagi saya. Jadi dari awalnya yang tidak tahu, kini bisa tahu,” katanya.

“Kalau bisa, program WUB ini terus berkelanjutan ke depannya Sehingga bisa semakin banyak masyarakat yang dapat belajar mandiri dan memulai usaha lewat pelatihan WUB ini,” imbuhnya penuh harap.

Sementara untuk para fasilitator, Hera berharap agar terus memfasilitasi para peserta WUB dan tidak selesai di pelatihan ini.

“Jadi, fasilitator WUB ini saya harapkan tetap membimbing, mengarahkan dan memfasilitasi para wirausaha baru,” ujarnya.

“Sehingga, apabila saya atau teman-teman lainnya berkeinginan untuk fokus mengembangkan usaha bahkan sampai ke urusan ijin usaha, kehadiran Fasilitator ini sangat kami harapkan,” imbuh perempuan yang hobi ngeband itu. (haz/*)