― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPolitik dan PemerintahanWisnu Sakti Itu Simbol Kekuatan Banteng Suroboyo dan MA Adalah Serial Sinetron...

Wisnu Sakti Itu Simbol Kekuatan Banteng Suroboyo dan MA Adalah Serial Sinetron yang Mengasyikkan

Ket foto : Samsurin Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya

Surabaya, wirafokus.com – Ketika ditanya para media mengenai potensi parta non parlemen di kota surabaya dalam hiruk pikuk partai partai parlemen menyiapkan calon yang di usung menuju Pilwali Surabaya desember 2020.

Samsurin ketua DPC Partai Bulan Bintang Surabaya mengatakan.
La opo gupuh bicara soal itu ( pilwali 2020) . Kita ini partai yang punya gresroot yang jelas. Punya kader dibawah yang siap melaksanakan komando. Kalau para kandidat itu cerdas membaca potensi kami ( parpol non parlemen ) pastilah salah satu diantara mereka yang sudah di usung para pemilik kursi diparlemen akan menjalin komunikasi dengan kita.
Selama ini mereka kan ribut dengan internal partai dan koalosinya sendiri. Dan warga Surabaya juga masih susah membangun kekuatan ekonominya setelah melewati 3 kali psbb dikota surabaya.

Jadi pilwali Surabaya 2020 ini sebenarnya Pilwali versus pandemi.
Siapa yang bisa melayani masyarakat Surabaya bisa hidup normal melalui pandemi. Insya Allah itu yang akan di pilih oleh orang Surabaya.

Saat di tanya rekom PDIP kabarnya turun ke Wisnu
jawab Surin. Seandainya rekom PDIP turun ke Wisnu. Itu sudah lumrah. Wisnu kan punya pengalaman di parlemen dan eksekutif. Juga kader potensial yang bisa menyatukan kekuatan PDIP di Surabaya.

Wisnu itu simbol kekuatan Banteng Suroboyo. Tapi kalau PDIP kepedeaan berangkat sendiri dan memutuskan calon pasangannya sendiri. Peluang untuk menang agak susah. Karena situasi saat ini berbeda. Kepanikan PDIP yang diharapkan Risma mencetak kader potensial gagal total.

PDIP Surabaya itu cukup mewakili marwah karakter masyarakat Surabaya. Jadi warga Surabaya jangan dibuat bingung dengan calon alternative yang selama ini ditawarkan PDIP

Saya ngomong begini karena saya pernah ikut andil membesarkan PDIP Surabaya pada awal Reformasi dulu.
Bagaimana dengan Mahfud Arifin.

Surin menjawab. MA ini kan ibarat kata sinetron yang lagi booming di stasiun televisi swasta. Serial serial yang di pertontonkan sangat menarik dan selalu warga Surabaya ingin terus penasaran dengan serial kelanjutannya.

Sebuah sinetron itu sangat asyik ditonton saat kita berkumpul dengan keluarga pada waktu dirumah. Tapi ketika orang keluar rumah dan banyak menghadapi problem sosial apalagi saat masa pandemi. Apa mereka ingat terus pada sinetron fovoritnya.

Siapa yang tidak terjamah MA di dunia maya. Semua hampir di kunjungi MA di dunia maya. Orang akrab dengan inisial MA. Tapi sayang serial ini tidak menemukan happy ending .

Saya kawatir Wong Suroboyo akan jenuh dan meninggalkan serial Televisi MA tersebut. Koalisi partai pengusung MA harus segera ending . Segera memastikan pasangan agar tidak jomblo dikemudian hari.
Beberapa hari ini PDIP kan mau bersikap. Ketika akan bersikap bisa jadi . Sikap PDIP akan membuat partai pengusung MA galau .

Nah parpol non parlement yang selama ini duduk manis dengan total suara 7,1 persen. Akan menjadi kurator bagi kadidat kadidat yang akan maju pilwali 2020 kota Surabaya.

Kekuatan 7.1persen ini bukan main main lho… kekuatan yang bisa menjadi vitamin 7 menit terakhir babak kedua pertandingan bola. Ha..ha..ha.. ,

Kalau PSI gimana ? Tanya ke media
PSI dan idealisme Partai PSI yang saya anggap seperti katak dalam tempurung suksesi kota surabaya ini. Menurut saya ibarat ice cream dia sebagai menu tombo amis.

Mau dilahab silahkan gak mau dilahap ya tidak apa apa. Diajak gabung semakin elit gak diajakpun dia juga gak bakal ditinggal konstituennya.
Kan lumbung suara PSI itu lumbung suara permanent.

Beda dengan suara partai non parlement. Partai partai non parlemen ini kan sudah teruji di PHP tapi tetap konsisten dengan visi misinya yang tetap melayani rakyat.

Begitu kalimat penutup yang disampaikan surin yang juga ketua OKK MPC Pemuda pancasila kota Surabaya disela acara Bimtek Gugus Tugas Task Force Kemanusiaan COVID-19 dengan MPW PP Jawa Timur, MPC PP Kota Surabaya dan MPC PP Kab Sidoarjo (Sam/KiJ)